Dana Nasabah BNI di Palembang Mendadak Raib

0
393

RADAR PALEMBANG, – Kasus kejahatan di dunia perbankan seolah tak ada habisnya. Kali ini menimpa dua nasabah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI Kantor Wilayah Palembang atas nama Kiagus Sapta dan M Sopyan.

Keduanya mengaku bingung atas kejadian yang dialaminya. Sebab, saldo tabungan di rekening keduanya diketahui mendadak raib.

M Sopyan mengatakan, kondisi tersebut diketahuinya saat hendak melakukan transaksi perbankan melalui ATM , ketika mengecek jumlah saldo ternyata di rekening sudah kosong.

Memang, sebelum kejadian dirinya beberapa kali pernah transaksi di ATM, salah satunya di kawasan Boombaru Palembang.

Selanjutnya, Sopyan melaporkan kejadian tersebut pada tanggal 10 Oktober 2018 kepada pihak bank bersangkutan, lalu diketahui dari riwayat transaksi, ada penarikan tidak dikenal di daerah Glodok, Jakarta pada 7 Oktober 2018.

“Sudah melapor ke bank BNI terdekat di Palembang, saya harap laporannya bisa ada kejelasan secepatanya,” katanya.

Dia menjelaskan, dana yang hilang sebesar Rp2,1 juta, dan hanya bersisa direkening Rp20.623. Sisa dana tersebut pun dipotong untuk materai pengaduan Rp6.000.

“Bisa dikatakan ludes, padahal posisi saat ini saya sangat membutuhan uang tersebut,” katanya, sembari mengatakan tak menutup kemungkinan juga akan melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian.

Senada, Kiagus Sapta yang juga mengalami kerugian serupa. Dimana uang Rp1,1 juta direkeningnya berkurang tanpa sepengetahuan. Setelah di cek ke bank ternyata ada transaksi sebanyak dua kali di ATM Hayam Wuruk Jakarta. Namun, kali ini saldonya masih bersisa sekitar Rp412 ribuan.

“Kejadianya juga tanggal 7 Oktober, saya melaporkan kejadian pada 9 Oktober 2018. Kata pihak BNI laporan sedang diproses, belum bisa diketahui apakah ini tindak kejahatan perbankan atau karena hal lain, namun saya tetap menunggu,” katanya.

Berdasarkan petunjuk pihak bank, proses pengaduan yang diajukannya membutuhkan waktu sekitar dua bulan dan diminta datang lagi setelah satu bulan dari pengaduan. “Saya sudah coba datang ke kantor layanan, namun belum ada kepastian dari kejadian ini,” katanya

Untuk itu, dirinyaberharap pengaduan bisa diproses lebih cepat, sebab tengah membutuhkan dana untuk kebutuhan sehari-hari.

“Harapannya bisa diproses lebih cepat, agar saya tau ini kelalaian saya atau bentuk kejahatan lain,” katanya.

Sementara dikonfirmasi mengenai hal ini, Pemimpin Wilayah Bank BNI Palembang, Dodi Widjajanto mengatakan pengaduan nasabah sedang dilakukan penelitian, dan pengaduan sudah ditindak lanjuti. “Untuk pengaduan akan diberikan kepastian tidak ada kerugian untuk nasabah BNI maksimal 14 hari kerja,” katanya.

Senada, Wakil Pimpinan Bidang Jaringan dan Layanan BNI Kanwil Palembang, Adisyaf Putra mengatakan, pihaknya saat ini sedang memproses laporan nasabah tersebut, dengan berkoordinsi pihak pusat.

“Laporan sedang kami telusuri, untuk saat ini belum bisa dipastikan apakah ini menjurus ke skimming (kejahatan perbankan) atau penyalahgunaan,” katanya.

Meski demikian, kata dia, pada dasarnya BNI tetap menjamin dana nasabah, terlebih jika hal tersebut murni terjadi akibat tindak kriminal.

Maka dari itu, dia berharap agar nasabah agar dapat lebih berhati-hati apalagi dalam memberikan informasi penting berkaitan dengan kerahasiaan. “Kami berharap agar nasabah untuk lebih berhati-hati lagi, termasuk memberikan informasi terpenting nasabah itu sendiri,” katanya.(tma)

LEAVE A REPLY