Dampak Kabut Asap di Sumsel, Lima Penerbangan Delay

0
248
Kondisi Jalanan di Kota Palembang yang Terdampak Kabut Asap

RADAR PALEMBANG – Kabut bercampur asap di Kota Palembang semakin pekat beberapa hari belakangan. Bahkan akibat hal ini, sebanyak lima jadwal penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II alami tertunda (delay). Hal itu dikarenakan jarak pandang yang cukup rendah akibat kabut asap tersebut.

Berdasar data dari Badan Meteorologi, Geofisika dan Klimatologi, jarak pandang terendah pada 13 September 2019 mencapai 300 meter pada pukul 06.00 WIB. Sementara untuk penerbangan sendiri baik kedatangan maupun keberangkatan, diketahui jarak pandang paling ideal berkisar 800 meter hingga 1 kilometer.

“Ada lima jadwal yang mengalami penundaan akibat pekatnya kabut asap pagi ini. Tiga jadwal kedatangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng menuju SMB II dan dua jadwal keberangkatan dari Bandara SMB II Palembang menuju Cengkareng dan Bandara Depati Amir Pangkal Pinang,” jelas Pelaksana Tugas General Manager Angkasa Pura II  Bandara SMB II Palembang, Indra Crisna Seputra.

Ia menyebutkan, penundaan jadwal keberangkatan dan jadwal kedatangan ini sebagai upaya antisipasi resiko yang bisa saja terjadi jika nantinya dipaksakan. Karena untuk pendaratan dan keberangkatan, harus memiliki standar jarak pandang.

Adapun jadwal penerbangan yang delay diantaranya, maskapai Garuda Indonesia 100 dari Cengkareng-Palembang seharusnya berangkat pada pukul 06.45 WIB, namun baru bisa diberangkatkan pada 08.55 WIB. Penundaan ini berpengaruh pada penerbangan selajutnya dimana penerbangan selanjutnya dimana pada untuk GA 102 dari Cengkareng baru yang seharusnya berangkat pada pukul 08.45 WIB, namun karena kabut asap, pesawat baru diberangkatkan pada 09.18 WIB.

Sementara itu, Kasi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Bandara SMB II, Bambang Beny Setiadji mengatakan, angin permukaan yang tercatat di BMKG Stasiun Meteorologi SMB II Palembang umumnya dari tenggara dengan kecepatan 5-20 Knot (9-37 Km/Jam) mengakibatkan potensi masuknya asap akibat karhutla ke wilayah Kota Palembang dan sekitarnya.

Sumber dari LAPAN Tanggal 13 September 2019 tercatat beberapa titik panas di wilayah sebelah selatan-tenggara Kota Palembang dengan tingkat kepercayaan di atas 80 persen yang berkontribusi asap ke wilayah Kota Palembang yakni pada kawasan SP Padang, Banyu Asin I, Pampangan, Tulung Selapan, Cengal, Pematang Panggang, Air Sugihan, Pedamaran dan Mesuji. “Jarak Pandang terendah pagi ini yang tercatat di Bandara SMB II Palembang 300-500 m dengan kelembapan 95-98 persen dengan keadaan cuaca kabut asap. Ini berdampak lima maskapai yang jadwal penerbangan delay,” jelas Bambang.

Ia menyebutkan intensitas kabut asap umumnya terjadi pada dini hari menjelang pagi hari (04.00-07.00 WIB) ini dikarenakan labilitas udara yang stabil pada saat tersebut. Fenomena Kabut sendiri diindikasikan dengan kelembapan yang tinggi dengan partikel-partikel basah di udara.

Hal ini disebabkan kondisi langit pada malam hari tanpa awan mengakibatkan radiasi permukaan bumi lepas keluar atmosfer mengakibatkan suhu di permukaan relatif dingin yakni 22-23°C yang tercatat di Bandara SMB II.

“Setelah terbit matahari keadaan udara akan relatif labil sehingga partikel basah (kabut) maupun kering (asap) akan terangkat naik dan jarak pandang akan menjadi lebih baik, akan tetapi partikel kering (asap) yang pergerakannya karena angin horizontal akan tetap ada di permukaan dan akan menyebabkan kekeruhan udara,” jelasnya.

Bambang menyebut kondisi ini akan terus berpotensi berlangsung dikarenakan berdasarkan model prakiraan cuaca BMKG tidak ada potensi hujan dalam rentang prakiraan 13-19 September 2019 di wilayah Sumatera Selatan.

“Konsentrasi PM 10 yang tercatat di Stasiun Klimatologi Palembang 13 Septembar 2019 (00.00-10.00 WIB) tercatat dalam kategori Sedang hingga Sangat Tidak Sehat dengan nilai 89-295 µgram/m3, sedangkan Nilai Ambang Batas tidak sehat adalah pada 150 µgram/m3. Kondisi Tidak Sehat hingga Sangat Tidak Sehat umumnya terjadi pada rentang waktu 22.00-08.00  WIB sedangkan Kondisi Sehat hingga Sedang umumnya terjadi pada rentang waktu 08.00-22.00 WIB,” beber dia.

Pihaknya menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam bertransportasi pada pukul 04.00-07.00 WIB seiring potensi menurunnya jarak pandang, senantiasa menggunakan masker dan minum banyak air saat beraktifitas di luar rumah untuk menjaga kesehatan. “Kami juga menghimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran baik itu sampah rumah tangga maupun dalam pembukaan lahan pertanian/perkebunan,” tandasnya. (iam)

 

 

LEAVE A REPLY