CCAI Memilih Enam Pemain Terbaik

0
400

 

 

RADAR PALEMBANG — Olahraga sepakbola, tanpa diragukan lagi, adalah salah satu olahraga kegemaran masyarakat di Indonesia. Menurut data Nielsen, ada sekitar 120 juta orang yang selalu menonton dan mengikuti perkembangan liga sepakbola Indonesia melalui televisi. Namun sayang, kegemaran akan sepakbola ini tak berbanding lurus dengan tumbuhnya bibit-bibit pemain bola baru di Indonesia.

Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI), sukses bekerjasama dengan Asian Soccer Academy (ASA) Foundation, menjelang peringatan HUT RI ke 71 Coke Kicks 2016 di Kota Pekanbaru,  menghimpun bakat-bakat muda pemain sepakbola di Pekanbaru dalam program pelatihan sepak bola dasar bagi bakat muda usia 12 hingga 17 tahun yang bertajuk Coke Kicks.

Tahun ini memasuki tahun ke-6 penyelenggaraannya, Coke Kisks 2016 menargetkan pelatihan sepak bola bagi 1.280 tunas bangsa, dan 160 orang pelatih di 10 kota dan desa Indonesia. Masing-masing Palembang, Batam, Pekanbaru, Pontianak, Cirebon, Bogor, Bali, Pontianak, Sleman, Ambon, dan Banyuwangi. Sejak tahun 2011 –  2015 Coke Kicks telah memberikan pelatihan kepada 12.370 anak di 517 kota/desa seluruh Indonesia.

Coke Kicks 2016 didesain untuk membangun fondasi perkembangan dasar anak-anak dalam bermain dan berlatih sepakbola. Untuk ke-6 kalinya sejak tahun 2011, Coke Kicks 2016 kali ini akan digelar 2 hari masing-masing 13-14 Agustus 2016.

Lapangan Baterei P Arhadnudse Panam jadi tempat terpilih. “Coke Kicks adalah salah satu bagian dari komitmen Coca-Cola untuk mendukung pengembangan bakat sepak bola di Indonesia. Karena sebelum menuju kompetisi, membentuk kebiasaan bermain dan berlatih sepakbola yang tepat juga sangat berperan dalam usaha menumbuhkan bakat-bakat di masa depan. Coke Kicks membantu mengubah cara anak-anak Indonesia, dan pelatih mereka, bermain dan berlatih setiap hari.

“Jadi harapannya setelah mengikuti Coke Kicks, mereka bisa mulai melakukannya dengan cara yang profesional,” kata Yayan Sopian, Corporate Affairs Regional Manager West Indonesia. Hasil pantauan CCAI hari kedua, selama digelarnya Coke Kicks Pekanbaru, meyakini anak-anak muda Indonesia di Pekanbaru memiliki semangat yang sangat tinggi dalam berlatih sepakbola.

Coke Kicks 2016 Pekanbaru, berlangsung selama 2 hari masing-masing 13 dan 14 Agustus 2016 telah berhasil memilih 6 pemain terbaik masing-masing M Heru dari PCSS A, Pramudya PTPN 5, Ahmad Al Khais PCSS A, M Prisandi Baterai P A, Zulham PCSS B, Lyra, Baterai P A sedangkan 1 Tim terbaik hasil penilaian Asian Soccer Academy (ASA) Foundation adalah PCSS B.

Bekerjasama dengan para pelatih dari Asian Soccer Academy (ASA) Foundation, Coke Kicks menekankan pentingnya pelatihan bagi para pelatih sebagai kunci dari pertumbuhan bakat-bakat baru di Indonesia. Melalui sesi “Train the Trainer”, ASA memberikan beberapa modul pelatihan seperti life skill dan perencanaan kepelatihan.

Targetnya adalah memberdayakan pelatih di tingkat akar rumput di seluruh Indonesia supaya terjadi keberlanjutan proyek jangka panjang dan meninggalkan warisan yang nyata di daerah-daerah sasaran,” kata Lee Hawkins, Direktur Asian Soccer Foundation (ASA).

Sementara modul pelatihan yang diberikan kepada anak-anak, di antaranya adalah dribble, shooting, passing. Dan tak berhenti sampai di situ. Saat ini ASA sudah menyeleksi beberapa pemain terbaik dari program Coke Kicks di setiap wilahnya, dan di akhir program ASA akan membentuk Tim Elite yang beranggotakan 16 pemain terbaik “Coke Kicks Team of the Year”.

“Konsepnya adalah untuk menawarkan PSSI kesempatan untuk memandu dan menilai pemain dari Tim Elite Coke Kicks serta kemungkinan menyeleksi mereka untuk bergabung dalam TIMNAS muda,” sambung Lee.

Yayan Sopian menambahkan, Indonesia membutuhkan pelatihan seperti Coke Kicks untuk memberikan edukasi dasar tentang sepakbola kepada bibit-bibit muda. “Kegiatan seperti ini bisa menjadi momentum untuk membangkitkan prestasi sepakbola anak muda di Pekanbaru Riau,” tuturnya.

Sementara itu, dalam sambutan pembukaan Coke Kicks 2016, Ketua Komisi II Pekanbaru yang membidangi ekonomi, perdagangan dan keuangan Tengku Azwendi, mengapresiasi peranan Coca-Cola Amatil Indonesia untuk  melakukan pemberdayaan masyarakat Pekanbaru khususnya dalam bidang olah raga sepak bola. Azwendi berharap kegiatan ini bisa menjadi sebuah model kegiatan CSR yang berkelanjutan dan dapat melahirkan bakat-bakat pesepakbola muda yang akan membawa harum nama Pekanbaru di tingkat Nasional..

Direktur Asian Soccer Academy ( ASA ) Foundation Lee Hawkins mengatakan training untuk pelatih tidak kalah penting, dibutuhkan peningkatan kemampuan yang berkelanjutan agar dapat memberikan bimbingan yang dibutuhkan oleh para anak didik. Sesuai dengan pengembangan program Coke Kicks bagi para peserta, program bagi para pelatih akan fokus pada dukungan dari pelatih agar anak didiknya dapat mengembangkan kemampuan teknis sekaligus karakter yang positif. (iya/rel)

 

 

LEAVE A REPLY