Cap Go Meh Pulau Kemaro, Destinasi Wisata Mancanegara

0
273
Asisten I Pemprov Sumsel, Akhmad Najib didampingi sekda Palembang Ratu Dewa, panitia perayaan Cap Go Meh, ketua Walubi Sumsel Karto Wibisono, Ko Alam dan lainnya saat meninjau perayaan Cap Go Meh di pulau Kemaro

RADAR PALEMBANG, – Ribuan masyarakat tumpah ruah merayakan Cap Go Meh 2020 di Pulau Kemaro Palembang, Kamis (6/2/2020) malam. Cap Go Meh memang merupakan tradisi masyarakat Tionghoa, namun pengunjung yang datang bukan hanya orang Tionghoa saja. Masyarakat yang berasal dari beragam daerah, agama, suku, ras, hingga turis mancanegara menyambut suka cita kegiatan tahunan tersebut.

Baik laki-laki, perempuan, tua, dan muda semuanya berbaur menjadi satu menikmati malam Cap Go Meh. Ramainya pengunjung yang datang dari beragama latar belakang itu merupakan bentuk kerukunan umat beragama dan toleransi antar warga di Sumsel. Asisten I Pemprov Sumsel, Akhmad Najib mengatakan Sumsel menjadi percontohan daerah memiliki toleransi tinggi antar umat beragama. Terbukti, sejak 10 tahun lalu tak ada lagi konflik antar masyarakat yang dilatarbelakangi oleh rasisme.

Menurutnya, melalui perayaan Cap Go Meh di Palembang inilah menunjukkan keberagaman antar umat dan toleransi antar sesama.”Sumsel ini daerah zero konflik agama. Kita lihat saja perayaan Cap Go Meh bukan hanya orang Tionghoa yang hadir. Banyak masyarakat dari latar belakang berbeda turut memeriahkan,” jelas Najib.

Sekda Kota Palembang, Ratu Dewa menambahkan perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro merupakan destinasi wisata andalan yang selalu ditunggu-tunggu setiap tahunnya, ribuan wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara tumpah ruah turut merayakannya.
“Semoga Pulau Kemaro ini ke depan tidak hanya ramai pada saat Cap Go Meh saja. Kita ingin menjadikan tempat ini sebagai destinasi tujuan wisatawan mancanegara,” harap Dewa.

Tokoh Tionghoa Palembang yang juga pemilik balai pengobatan Dewi Kwan Im KM 12, Ko Alam, mengatakan Cap Go Meh adalah perayaan yang menjadi tradisi masyarakat Tionghoa yang sudah dilakukan sejak zaman dahulu.

Kendati demikian, di kota Palembang perayaan 15 hari setelah Imlek ini disambut suka cita oleh seluruh lapisan masyarakat. Banyaknya hiburan, stan dagangan, lampion, hingga pesta kembang api di Pulau Kemaro menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk turut merayakan Cap Go Meh. “Cap Go Meh di Pulau Kemaro bukti kerukunan umat beragama. Semoga tahun depan semakin meriah dan lebih banyak lagi orang yang datang,” ujar Alam. (sep)

LEAVE A REPLY