Burlian Muhazan : Belajar dan Terus Belajar 

0
346
Burlian Muhazan saat mewakili Barista Indonesia di Festival Indonesia Oslo Norwegia

RADAR PALEMBANG – Selalu ingin belajar dan menjaga hubungan baik dengan orang lain  merupakan kunci sukses Burlian Muhazan hingga terpilih menjadi Duta Kopi Indonesia 2019 dan membangun bisnis kedai kopi ‘History Coffee’ serta memberikan coffee education bagi yang ingin terjun di bisnis kopi.

Usai menyelesaikan sekolah pada tahun 2009, pria yang biasa disapa Yan ini, mencoba mencari jati diri dengan mengadu nasib ke Jakarta. Ketatnya persaingan dan susahnya mencari lapangan pekerjaan tidak membuat Yan menyerah. Akhirnya Yan berhasil mendapatkan pekerjaan sebagai Office Boy (OB) di salah satu hotel bintang lima.

“Selama tujuh bulan saya menjalani profesi sebagai OB yang bertugas mencuci piring, setelah selesai gawean sering lihat barista meracik kopi, karena kebetulan letak tempat cuci piring dekat dengan bar. Lambat laun  kalau ada barista tidak masuk kerja, saya yang gantiin, ini bisa terjadi karena saya selalu ingin belajar dan belajar, ” tutur pria yang baru saja menikah di bulan Desember 2019 lalu.

Setelah tujuh bulan, salah satu barista mengundurkan diri. Ia pun lalu diberi kesempatan untuk menggantikan posisi barista tersebut. Mulai dari sana, Yan mulai serius menekuni profesi sebagai barista.

“Kopi ini sangat unik sekali,  menjadi seorang barista bukan cuma meracik kopi saja,  tapi bisa bertemu banyak orang, itu yang luar biasa. Kalau awal bertemu banyak orang malu-malu, sekarang lebih percaya diri dan luwes.

Yan kemudian disekolahkan pihak hotel ke Bali untuk belajar kopi lebih dalam lagi.  Ia pun ditunjuk sebagai trainer di Bali. Usai sekolah, Yan kembali ke Jakarta. Tak lama kemudian,  Yan kembali melanjutkan sekolah barista dari Italia yang bernama Illy yang berpusat di Yogyakarta untuk mendapatkan sertifikat barista.

Beberapa tahun berkecimpung di dunia barista di Jakarta,  lambat laun membuat Yan mulai merasa jenuh. Akhirnya pada tahun 2014, Yan memutuskan untuk kembali ke Palembang dan memulai usaha baru.

“Awalnya ingin kembali bekerja di hotel, tidak terfikir untuk buka bisnis,  tapi saya merasa gerah dan resah melihat anak-anak muda yang ada di Sumsel ini tidak bisa menghargai dan mencintai kopi Sumsel secara utuh,  padahal kita penghasil kopi terbesar di Indonesia dan mempunyai 260.000 hektar.  Akhirnya saya memutuskan membuka kedai kopi History Coffee dengan konsep coffee education,  siapa yang ingin tahu tentang cara meracik kopi, cara menyeduh kopi yang benar, mengenal biji kopi dari beberapa daerah di Indonesia, semua bisa didapatkan di kedai ini,” jelasnya.

Beberapa prestasi berhasil diraih pria kelahiran Palembang,  10 Juli 1990 ini, mulai dari Barista Kompeten dan Profesional Tesertifikasi oleh LSP Kopi (Lembaga Sertifikasi Indonesia), sebagai trainer di pelatihan barista Politeknik Pariwisata Sumsel, perwakilan Barista Indonesia di Festival Indonesia Oslo Norwegia, sebagai juara dua Festival Kopi Bogor Manual Brewing 2018, juara pertama Duta Kopi Indonesia,  dan History Coffee juga terpilih sebagai kedai kopi Terinspirasi dan Terlaris di Kota Palembang oleh Badan Ekonomi kreatif Indonesia (BEKRAF).

Tak hanya itu, Yan acapkali diminta menjadi pembicara workshop  bincang kopi,  juri di berbagai barista competition, trainer barista di cafe-cafe terkemuka yang ada di Palembang, dan Yan juga menjadi tenaga pengajar dan pembuat kurikulum mata pelajaran barista. (hen)

LEAVE A REPLY