Bukti Selalu Akuntabel dan Transparan

0
467
Walikota Pagaralam Alpian Maskoni saat menerima penghargaan predikat opini WTP kelima kalinya, atas laporan pengelolaan keuangan Pemerintah Daerah tahun 2018 dari BPK

 

* Pemkot Pagaralam Kembali Raih WTP

RADAR PALEMBANG, RP
PAGARALAM, RP – Pemerintah Kota Pagaralam kembali menerima penghargaan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kelima kalinya, atas laporan pengelolaan keuangan pemerintah daerah tahun 2018 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), bersamaan penyerahan WTP daerah Kabupaten Muratara dan Kabupaten Muara Enim.

Penghargaan WTP diserahkan langsung Plt Kepala BPK RI Perwakilan Sumatera Selatan, Teguh Prasetyo kepada Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni SH didampingi Ketua DPRD Pagaralam Ruslan Abdul Gani SE, bertempat di Gedung BPK perwakilan Sumatera Selatan lantai 3 di Jalan Demang Lebar Daun, Palembang, kemarin (24/5). Turut hadir Plt Sekwan Rano Fahlepi, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Iwan Mieke Wijaya, Kabid Aset Ade Kurniawan.

Walikota Pagaralam Alpian Maskoni sekaligus mewakili tiga kepala daerah Muara Enim, Muratara dan Pagaralam mengatakan, penghargaan opini WTP yang diberikan BPK sejak tahun 2014 sebagai bukti bahwa Pemerintah daerah, khususnya Kota Pagaralam selalu akuntabel dan transparan dalam pengelolaan anggaran daerah.

“Kedepan Opini WTP harus bisa dipertahankan meski masih banyak kekeurangan. Untuk itu kami tetap meminta bimbingan BPK terima kasih atas kerjasamanya dan apresiasi juga atas kinerja dan kerja keras semua jajaran Pemkot Pagaralam,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Pagaralam Ruslan Abdul Gani mengatakan, untuk meningkatkan kinerja pengelolaan keuangan dan aset daerah, pihaknya tetap mengharapkan bimbingan dari BPK perwakilan Sumsel.

Terpisah, Plt Kepala BPK RI Perwakilan Sumsel Teguh Prasetyo menyampaikan, apresiasi kepada DPRD, kepala daerah khususnya Kota Pagaralam atas kerjasamanya, kita berusaha dan berkomitmen penyelenggaraan laporan keuangan yang akuntabel dan transparan untuk diperiksa BPK tahun ini tidak ada yg terlambat tepat waktu.

“Pemeriksaan sebagai motivasi perbaikan lrbih baik sekaligus dilakukan untuk memberikan opini terhadap penyajian keuangan, merupakan bentuk profesionalisme dalam penyajian laporan keuangan dan pernyantaan merupakan kewajaran laporan keuangan.
“Semoga prestasi ini menjadi momentum terciptanya akuntabelitas dan transparansi pengelolaan keuangan lebih baik lagi,” katanya. (rd3)

 

LEAVE A REPLY