Bukopin Terbantu Program Take Over

0
1776

 

RADAR PALEMBANG  Perlambatan kinerja perbankan, khususnya disektor kredit tidak terlalu dirasakan oleh Bank Bukopin. Pasalnya hingga September lalu, bank ini  mampu mencatat pertumbuhan kredit hingga 80 persen. Menariknya, pertumbuhan kredit yang cukup tinggi itu disumbang kredit take over.

Kepala Bank Bukopin Cabang Palembang Deri Januar, didampingKepala KCP Masjid Lama Diana Sulaiman mengungkapkan, kinerja sektor kredit tahun ini sedikit bervariasi. Sebab ada sektor yang mengalami perlambatan, namun ada juga kinerja yang justru melambung pesat.

Pengaruh politik sempat mengerem laju perbankan secara keseluruhan. Bagi bukopin justru mencatat kinerja sebaliknya. Pertumbuhan dana dan kredit melaju kencang. Khusus untuk sektor dana, pertumbuhan yang paling terasa ada pada dana ritel.

“Untuk dana kita banyak bermain di dana ritel  yang menyasar pada pedagang dan pelaku usaha. Sementara untuk dana korporasi sedikit mengalami perlambatan, karena adanya stakeholder  yang menarik dana dalam jumlah besar. Namun kondisinya masih bisa diimbangi pertumbuhan dana ritel,” kata Dery Selasa (28/10).

Sementara untuk sektor kredit mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan. Dibandingkan dengan pertumbuhan perbankan di Sumsel yang hanya mampu mencata pertumbuhan kredit secara keseluruhan berkisar 10 persen, Bukopin mampu mencata pertumbuhan kredit hingga 80 persen.

Pertumbuhan kredit yang sangat tinggi, diakui Dery karena beberapa sektor memang sangat menjanjikan. Pihaknya bukannya asal mengucurkan saja, namun tetap mengedepankan asas kehati-hatian. Sektor kredit retail yang tumbuh bagus adalah sektor perdagangan dan program-program take over nasabah yang justru jauh lebih aman. Banyak nasabah yang memanfaatkan program tersebut, sementara pihaknya juga tidak terlalu beresiko tinggi.

“Seperti take over atau pengalihan kredit dari bank lain ke bank bukopin, justru ini yang paling banyak diminati. Nasabah yang sudah menjalani proses pemeriksaan dari bank sebelumnya, lalu berpindah ke bank bukopin. Tentu secara administratif yang bersangkutan sudah bisa lolos, ini yang lebih dipermudah,” jelas dia.

Program take over ini banyak dimanfaatkan nasabah untuk sektor properti, transportasi, perdagangan dan infrastruktur. Kondisi ini yang memicu kinerja tetap stabil meski ekonomi Sumsel melambat. Paling tidak, lanjut dia, masih banyak market yang bisa digarap saat ini karena secara umum market share bank bukopin masih belum terlalu besar dibandingkan bank lain di sumsel.

Sumbangsihnya hanya 1,5 persen dengan kredit menyumbang 0.93 persen. “Memang masih kecil, makanya kami bilang pasar yang perlu digarap bank bukopin masih sangat besar,” katanya.

Namun, meski begitu kepercayaan nasabah tetap tinggi. Terbukti selama tiga tahun berturut-turut Bank Bukopin berhasil meraih penghargaan Indonesia Banking Award untuk kategori The Most Reliable Bank yang diprakarsai oleh Tempo Media Grup dan Indonesia Banking School. Penyerahan penghargaan sudah dilakukan di Jakarta, 17 Oktober lalu di hotel JS Luwansa, Jakarta. “Ajang ini merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan terbaik bank Bukopin sebagai bank aset dua,” jelasnya.

Apresiasi ini juga merupakan bukti komitmen bank Bukopin untuk selalu memberikan kinerja yang terbaik bagi seluruh nasabah. Diharapkan, penghargaan ini semakin memacu bank Bukopin untuk terus berkyara dan berkomitmen tetap memberikan pelayanan terbaik bagi nasabah (iam)

LEAVE A REPLY