Budidaya Jamur Tiram Selamatkan Ekonomi Mbah Darno

0
110

RADAR PALEMBANG –  Usaha jamur tiram milik Sudarno (70), di Desa Purwosari Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan, yang sudah digeluti lebih 5 tahun, setelah berhenti sebagai perangkat desa, ternyata bisa selamatkan ekonomi keluarga dari ancaman pandemi Covid-19.

Warga RT 11 Dusun 3 Desa Purwosari itu niat awal belajar usaha jamur tiram, hanya sekdar untuk kebutuhan rumah tangganya sendiri, karena caranya tidak sulit dan manfaatnya luar biasa dan serba guna dibuat makanan.

Sebagai warga yang tinggal di desa dari sisa usianya, kata Mbah Darno, sapaanya itu dari usaha rumahanya itu justru membuat dirinya mendapat banyak keuntungan, selain bisa berbagi ilmu, juga mendapat uang banyak dan bisa membawa nama baik desanya.

Lima tahun lalu, kata Mbah Darno, usahanya itu dimulai dengan sarana seadanya dan belum bisa banyak, berawal 40 kantong tempat pengembangan budidaya jamur tiram itu, saat ini sudah lebih 2.000 kantong jamur tiram yang dimiliki bahkan sudah ada dua gudang atau rumah produksi.

“Dulu hanya sekadar untuk kebutuhan sendiri tetapi sekarang sudah bisa berjual dan sehari saat ini sudah bisa dipanen 3-5 kilo, jika suhu kelembaban alamnya bagus bisa lebih dari itu dan satu kilonya seharga Rp 25 ribu, “ jelasnya.

Untuk pemasarannya, lanjut Mbah Darmo, jamur tiram tidak sulit dan paling banyak justru para medis, para pegawai baik PNS maupun karyawan perusahaan juga sebagian ada saat ini warga di sekitar rumahnya.

“Memang belum kemana-mana pemasaran jamur tiram usahanya ini, paling jauh saya mengantar pesanan di komplek perkantoran kecamatan Sembawa saja, ada satu dua orang datang dari luar Kecamatan Sembawa itu jika kebetulan saja melintas di desanya atau yang kenal dengan saya atau ada informasi dari konsumen saya selama ini sengaja mampir dan biasanya belinya banyak,” beber dia.

Jamur tiram ini baru bisa dipanen, kata Mbah Darno, setelah disiapkan dalam beaglok selama 40-43 hari, maka saya berusaha menambah beaglok jamur tiram itu lebih banyak sehingga bisa tiap hari siap panen.

Untuk tenaga kerja usahanya cukup bersama keluarga dibantu istri saja dan mulai tahun 2020 sudah dijadikan tempat praktek, tempat pelatihan siswa dari SPP Sembawa hingga sekarang, maka ini saya membuat material baru, mungkin 2021 ini produksi jamur tiram miliknya sudah bisa keluar kecamatan untuk pemasarannya. (tri)

 

 

LEAVE A REPLY