Budayakan Kain Tradisional

0
259

 

+ Lina Dedy Owner Ladys Tenun Klasik

 

 

 

 

Ucapan terima kasih untuk Ibu Asmawati Marzuki Ali  dan Ibu Eddi Hermanto beserta keluarga dan Senior-senior Ex PU Bina Marga yang telah menyempatkan waktunya untuk hadir di acara Palembang Fashion Weeks 2019 Sabtu 9 Maret 2019 di Palembang Icon.

 

 

RADAR PALEMBANG – Kecintaannya terhadap kain tradisional dan juga hobi mendesain baju yang ia kenakan menghantarkan Lina Dedy ke dunia fashion. Bahkan namanya saat ini cukup dikenal di Sumatera Selatan. Awal mula Lina Dedy terjun di dunia fashion tepatnya 15 tahun yang lalu. Ketertarikannya menggeluti dunia ini sendiri tidak lain karena banyaknya permintaan dari teman-temannya yang minta di jahitkan koleksi busana dari kain-kain tradisional yang awalnya ia rancang untuk koleksi pribadinya.

Dari situ akhirnya ia terus kebanjiran orderan. Dari orderan pribadi hingga instansi. Tidak saja baju pesta bahkan saat ini banyak juga relasinya yang minta dijahitkan koleksi seragam keluarga dan juga instansi.

“Kecintaan saya terhadap kain tradisonal ternyata membawa berkah. Karena dari hobi dan suka mengkoleksi busana dari bahan kain tradisonal  dan juga dukungan dari suami dan mertua akhirnya saya bisa punya usaha bisnis butik dengan nama “Ladys Gallery” yang sejak tahun 2017 berganti nama menjadi “Ladys Tenun Klasik”. Untuk bahan baku sendiri, hampir semua menggunakan kain tradisional berupa songket, jumputan , blongsong, dan bahan-bahan tenun dari berbagai daerah. Yang mana pengunaan bahan baku untuk pembuatan baju nya terdiri dari bahan ATBM sutra, sutra super, thaisil dan sifon sutra. Semua bahan kita olah dari bahan mentah atau benang putih yang kemudian ditenun dan diberi pewarnaan yang tentunya dengan bahan alami juga tentunya,” ujar wanita yang juga merupakan Direktur PT Assaari Romuzun yang bergerak di bidang perminyakan ini.

 

Ditambahkan Lina, dari usaha ini bukan hanya kepuasan secara materil yang ia dapatkan. Tetapi juga kepuasan tersendiri karena senang bisa melihat pelanggan-pelanggannya yang bukan hanya orang Palembang bisa tampil beda dan etnik menggunakan rancangannya. Selain itu juga ia bisa mempekerjakan puluhan tenaga kerja mulai dari tukang jahit, tukang tenun, tukang Payet dan juga tukang jumputan.

“Harapan kedepan mudah-mudahan usaha ini bisa terus hidup hingga saya tua nanti dan tentunya bisa memenuhi serta melayani permintaan konsumen,” ujar Lina lagi sembari memamerkan 16 karya terbarunya lewat ajang Palembang Fashion Weeks 2019 dengan mengusung tema “Ethnic Culture” beberapa hari lalu di Palembang Icon Mall.

Untuk pasar sendiri saat ini diakui Lina ia hanya fokus di Sumsel dan kota-kota di Indonesia saja belum sampai keluar negri. Karena usaha ini ia jalani tidak lain karena hobi mendesain busana yang ia kenakan. Dan hal ini sendiri sudah ia geluti sejak masih duduk di bangku sekolah karena ingin tampil beda sebagai seorang penari.

“Ayah saya seorang penari dan saya serta 6 orang saudara perempuan saya juga mengikuti jejak ayah. Karena sering diundang untuk menari diberbagai acara dan ingin tampil beda saya merancang baju sendiri. Kebiasaan ini keterusan bahkan menjadi hobi,” tambah wanita cantik yang selalu tampil modis dan etnik ini.

Ditambahkan Lina untuk koleksi yang ia rancang sendiri rata-rata kebanyakan baju abaya dan juga kebaya modifikasi yang kebanyakan dipesan oleh pelanggan instansi untuk baju seragam. Sementara harga sendiri sangat relatif tergantung bahan dan proses pengerjaan tentunya.(iya)

 

Nama : Sri Meilina, SH / Lina Dedy

Suami : Dedy Mandarsyah

Anak : Lady Aurellia Pramesti

Owner : Ladys Tenun Klasik

: Direktur PT Assaari Romuzun

Alamat :  Rumah Produksi : Jalan Supeno No 9 Talang Semut, Telp 0711363425

Gallery : Jalan Mayor Salim Batubara No 60 D, Telp 0711 363183

LEAVE A REPLY