Buah Khaman Jadi Motif Batik Khas Lubuk Raman

0
119
Anggota Karang Taruna Desa Lubuk Raman memperlihatkan kain batik motif Khaman khas Lubuk Raman

RADAR PALEMBANG – Berangkat dari sebuah keinginan mengangkat ciri khas Desa Lubuk Raman Kecamatan Rambang Niru Kabupaten Muara Enim, Karang Taruna desa setempat membuat kelompok ekonomi kreatif yang memproduksi batik cap dan batik ecoprint motif buah khaman (buah ganda ria).

Ketua Karang Taruna Lubuk Raman, Hengkri Triansyah mengatakan, dengan kemampua membatik usai mengikuti pelatihan yang digelar Pemerintah Kabupaten Muara Enim melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Desember 2020 lalu. Ia bersama pemuda lain mencoba untuk berdikari (Berdiri sendiri) dengan modal seadanya.

“Dari pelatihan itu, kami sekarang membuat kelompok produksi batik, sejak mulai awal Januari sudah berhasil memproduksi 5 kain batik. Pusat batik ada di Dusun 7 Desa Lubuk Raman,” ungkap Hengkri, kemarin. Melalui batik ini, lanjut Hengkri, mereka ingin mengangkat nama Desa Lubuk Raman menjadi lebih dikenal, selain sektor perkebunan juga sebagai sentra penghasil batik untuk mendukung sektor pariwisata daerah ke depan.

Kata dia, sejarah desa tempat tinggalnya itu tak lepas dari adanya buah yang tumbuh dan dikenal dengan nama Khaman. Di sisi lain, mereka juga akan menggali identitas lain melalui budaya yang ada di tengah kehidupan masyarakat.

“Motif-motif khas lain juga akan kita angkat, seperti budaya melemang setiap acara sedekah dusun. Terus untuk produksi batik ecoprint kami juga memanfaatkan warna dari tumbuhan yang ada.

Misal daun sukun, daun pepaya, daun durian, daun sirsak, dan daun duku. Semua sudah kami coba dan terus kami kontrol supaya menghasilkan produk yang berkualitas,” ulas Hengkri. Hengkri berharap, kelompok batik Desa Lubuk Raman dapat dilirik oleh pemerintah setempat agar dapat membantu pemasaran. Dengan demikian juga dapat menyerap tenaga kerja lokal.

“Pemasaran kita masih terbatas, baru menggunakan media sosial. Akan tetapi nanti kita akan membuka gerai di Pasar Kalangan Desa Lubuk Raman,” kata Hengki.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Muara Enim, Isdrin, mengatakan, selain menggali sektor wisata di Kabupaten Muara Enim, Pemda melalui OPD-nya juga mengembangkan sektor UMKM ekonomi kreatif yang ada di desa dengan melibatkan pemerintah desa dan karang taruna.

“Kegiatan Ekraf di Desa Lubuk Raman ini hanya salah satunya, melalui pelatihan membatik yang kita berikan mudah-mudahan bisa memotivasi pemuda desa untuk berdikari. Mendirikan usaha sendiri dan dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi di wilayahnya,” ucap Isdrin. (yan)

LEAVE A REPLY