BSB Gandeng Pesantren 

0
99
Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Achmad Syamsudin menyerahkan bantuan CSR kepada pimpinan Ponpes Aulia Cendikia H Hendra Zainudin usai launching gerakan edukasi Ekonomi Syariah dikalangan Santri di Sumsel di Ponpes Aulia Cendekia,

RADAR PALEMBANG – Untuk mengembangkan potensi keuangan ekonomi syariah, Bank Sumsel Babel (BSB) bakal menggandeng pesantren di Provinsi Sumatera Selatan. Hal ini diungkapkan Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Achmad Syamsudin, launching gerakan edukasi Ekonomi Syariah dikalangan Santri di Sumsel dan penyerahan bantuan CSR Bank Sumsel Babel kepada Ponpes Aulia Cendekia, Jumat (15/1/2021).

Syam (sapaan akrab Achmad Syamsudin, read) mengatakan sekarang ekonomi mulai dari grassroot, Bank Sumsel Babel melihat dan mencari partner untuk mengembangkan potensi ekonomi syariah. Ia menambahkan, kita mulai dari grassroot, seperti di Aulia Cendikia ini sudah ada Bank Wakaf Mikro. Dan, sambung dia, memang dari sejak dahulu, pergerakan (ekonomi,read) ada di pesantren, termasuk pengembangan keuangan dan ekonomi.

Selain itu, lanjut Syam, juga ada masjid yang juga sumber pergerakan ekonomi. “Jadi di masjid, tidak hanya sifatnya kegiatan ibadah saja, di masjid juga bisa menjadi sumber pergerakan ekonomi.” Apalagi, mengacu pada dana zakat yang sangat besar dan jika dikelola akan memakmurkan masyarakat. “Untuk dana zakat (potensi,read) sebesar Rp200 triliun, baru tercatat hanya Rp70 triliun,”jelas Syam.

Untuk itu, dirinya mengajak dan akan memaksimalkan potensi dana tersebut, selain untuk mengembangkan keuangan syariah juga memakmurkan masyarakat. “Zakat, infak, sodaqoh untuk membangun masyarakat kita, itu luar biasa,”jelas dia.

Karena itu, kerjasama awal ke seluruh pesantren di Sumsel dimulai di Ponpes Aulia Cendikia. Menurut Syam, kita lakukan edukasi digitalisasi di sini, bagaimana santri menjadi agen (transaksi keuangan digital,read) perubahan di masa yang akan datang.

“Anak muda inilah yang akan menggerakan ekonomi nantinya, dan kita mulai dari pesantren,”jelas Syam. Mengenai kerjasama akan dimaksimalkan ke pesantren lain, dirinya mengakui akan melakukan hal tersebut. “Ada 416 pesantren di Sumatera Selatan, dan ini (Ponpes Aulia Cendikia,read) baru awal, pilot project,”jelas dia.

Kerjasama dengan pondok pesantren akan memaksimalkan jangkauan keuangan makin luas. Mengingat, banyaknya dan sebaran pesantren hingga ke pelosok daerah. “Nggak perlu buka cabang lagi, cukup melalui pesantren juga bisa, kan ada bank wakaf mikro disini (pesantren,read), kita tinggal bersinergi saja,”ujar dia.

Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Aulia Cendikia KH Hendra Zainuddin MPdI mengatakan ini semua (digitalisasi,read) diawali edukasi dulu. “Kedepan akan banyak hal akan dilakukan,”jelas dia.

Pondok Pesantren (Ponpes) Aulia Cendikia sendiri, kata KH Hendra Zainuddin, saat ini mempunyai lebih dari 1.300 santri. “Kita sudah kerjasama dengan Bank Sumsel Babel, dimana seluruh santri pembayarannya dengan sistem online dengan Bank Sumsel Babel,”ujar dia. (dav)

LEAVE A REPLY