BSB Dukung Dana Desa Non Tunai

0
191
Direktur Utama Bank Sumsel Babel (BSB) Achmad Syamsudin

RADAR PALEMBANG – Penyaluran dana desa di tahun 2020 akan langsung ke rekeninh desa oleh kementerian melalui kanwil perbendaharaan. Kali ini dilaksanakan penyaluran melalui non tunai. Direktur Utama Bank Sumsel Babel (BSB) Achmad Syamsudin mengatakan BSB sudah menjadi bank penyalur dana desa sejak 2015 lalu dan hingga kini penyalurannya lancar, tidak ada kendala.

Syamsudin mengatakan siap mendukung upaya pemerintah membantu kepala desa menggunakan dana desa non tunai agar memudahkan pertanggungjawabannya. “Dana desa di Sumsel awal tahun ini sudah kita salurkan langsung ke rekening masing-masing desa sesuai alokaisnya,” ujarnya.

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar menambahkan agar kepala desa menerapkan dua prinsip dalam pengolahan dan desa yakni digunakan untuk kegiatan adat karya dan penggunannya dilakukan secara non tunai.

Penggunaan padat karya yakni dana desa yang dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur jalan, pembanguan posyandu, bangun jembatan dan irigasi sehingga bisa menggerakkan perekonomian dan membuka lapangan pekerjaan dan semua warga desa bisa mendapat penghasilan dan produktif.

Penggunaan dana desa diarahkannuntuj digunakan secara tunai agar memudahkan kepala desa mempertanggungjawabkan pekerjaannya. Sebab transaksi non tunai memiliki rekam jejak digital sehingga jelas kapan transaksi dilakukan dan berapa jumlahnya. “Semoga Sumsel menjadi contoh provinsi yang pertama menerapkan penggunaan dana desa non tunai,” harapnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa desa berprestasi bakal mendapat transfer dana desa lebih besar dibanding desa lainnya yang tidak berprestasi ayu desa yang prestasinya biasa saja.

Desa berprestasi akan ditransfer dana desa 60 persen di awal atau lebih besar dari desa yang tidak berprestasi yang hanya ditransfer 40 persen di awal. Desa berprestasi juga transfernya lebih cepat tidak harus menunggu desa yang belum selesai APBDesnya.

Selama pencairan dana desa saat ini lebih mudah tidak lagi ditransfer ke pemerintah daerah tapi langsung ke rekening desa sehingga bisa lebih cepat digunakan untuk program percepatan pembangunan desa bukan digunakan oleh kepala desa membangun rumah atau membeli mobil.

“Jadi ayo desa berlomba-lomba berprestasi agar dana desanya cepat cair dan kalau sudah cair langsung dibelanjakan untuk  pembangunan desa bukan untuk keperluan kepala desa,” ujar Sri Mulyani. (dav)

 

 

LEAVE A REPLY