(BPD Merger ATM) Prof Sulbahri Madjir : Konsolidasi Aset

0
667

 

RADAR PALEMBANG – Sementara itu, Pakar Ekonomi Universitas Tridinanti, Prof Sulbahri Madjir menilai, BPD sudah harus melakukan konsolidasi aset. Salah satu langkah yang tepat yakni dengan melakukan merger ATM setiap BPD. “Itu merupakan langkah yang baik dimana setiap BPD yang ada akan dapat lebih besinergi,” kata dia, Rabu (10/6).

 

Prof-Dr-Sulbahri-Madjir--SE
Pakar Ekonomi Universitas Tridinanti, Prof Sulbahri Madjir

Menurutnya, dengan langkah tersebut lebih baik diambil BPD dari pada harus memaksakan untuk melakukan spin off atau penambahan cabang baru saat ini. Sebab, dengan modal yang masih kecil maka dikhawatirkan akan sulit berkembang dan pertumbuhannya dikhawatirkan akan sulit kedepannya. Kondisi tersebut akan menajdi semakin parah bila kedepannya Indonesia memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dikarenakan bank-bank besar di Indonesia yang ukurannya masih kecil bila dibandingkan dengan bank-bank asing. “Secara ketentuan dasar mereka tentu akan kesulitan dan untuk ekspansi tidak akan mempunyai dana yang cukup, meski begitu memang tidak semua BPD kekurangan dana,” ungkapnya

Sulbahri melihat, secara bisnis paling baik bila BPD melakukan merger setiap ATM-nya sebab tentu saja pengeluaran untuk produk perbankan dapat leih efisiensi. “Itu akan lebih baik,” kata dia.

Pertimbangan merger tersebut, didasarkan kepada asumsi logis dengan mempertimbangkan perkembangan ekonomi ke depannya. Saat ini mungkin hanya kurang dari setengah BPD yang memiliki permodalan yang cukup untuk melakukan penambahan cabang baru. Ia mencontohkan bahwa saat ini jangankan BPD, banyak juga bank nasional yang sudah melakukan merger ATM.

Secara teknis, tidak ada masalah untuk penggabungan ATM BPD, karena tidak ada bedanya dengan cabang cabang bank di daerah. Namun yang menjadi jadi masalah adalah keinginan pemda tersebut untuk menggabungkan BPD-nya.

Meski begitu Sulbahri optimistis bahwa pemda akan mau melakukan merger tersebut dikarenakan semua pemda pada dasarnya ingin membesarkan BPD-nya dan hanya tinggal masalah koordinasinya saja. “Sebenarnya bukan berati pemda mengambil saham pemda tetapi menambah dan membesarkan. Mereka akan bangga jika BPD daerahnya dapat diakses didaerah mana saja dengan skala nasional,” ungkapyna.(tma)

LEAVE A REPLY