BNI Kejar KUR di Semester 1 

0
192

RADAR PALEMBANG – PT Bank Negara Indonesia (BNI) Kanwil Palembang menargetkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat atau KUR tergarap maksimal di semester 1 tahun 2021.

Dimana, tahun ini, bank BUMN tersebut untuk di kantor wilayah atau kanwil Palembang ditargetkan menyalurkan KUR sebesar Rp2,1 triliun. Lebih tinggi dari realisasi tahun 2020 sebesar Rp1,4 triliun.

Pemimpin BNI Kantor Wilayah Palembang, Sunarna Eka Nugraha mengatakan kalau perhatikan angka-angka (realisasi bisnis,read), kita punya optimisme dibandingkan tahun 2020 lalu.

BNI, kata Eka, tugasnya melakukan pemberdayaan di UMKM, dimana tahun ke tahun mengalami peningkatan (pembiayaan,read). Memang, lanjut dia, pandemik Covid19, ada perlambatan di triwulan II lalu (2020,read).

Hal ini terlihat dari realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat atau KUR di sepanjang 2020. “Kita (BNI secara nasional,read) merealisasikan penyaluran KUR Rp21,2 triliun, dari total Rp22 triliun, angka yang ditugaskan pemerintah,”ungkap dia.

Artinya, sambung dia, terealisasi sekitar 97 persen dari alokasi yang diberikan oleh pemerintah. Secara nasional, BNI di tahun 2019 menyalurkan KUR sebesar Rp17,759 triliun dengan 220 debitur.

Masing-masing terbagi, untuk KUR Mikro sebesar Rp1,945 triliun dengan 142 ribu debitur, lalu KUR Kecil sebesar Rp15,506 triliun dengan 68 ribu debitur serta KUR TKI sebesar Rp308 miliar dengan 9 ribu debitur.

Untuk tahun 2020, kinerja penyaluran KUR BNI secara nasional sebesar Rp21,26 triliun dengan 248 ribu debitur. Masing-masing terbagi, KUR Mikro sebesar Rp3,421 triliun dengan 161 ribu debitur, lalu KUR Kecil sebesar Rp17,592 triliun dengan 70 ribu debitur serta KUR TKI sebesar Rp227 miliar dengan 15 ribu debitur.

Meski, dari target penyaluran mendekati angka yang ditetapkan tapi dibandingkan realisasi tahun sebelumnya, angka 2020 mengalami pertumbuhan. Bahkan, kata Eka, untuk di tahun 2021 ini, secara nasional penyaluran KUR kita naik menjadi Rp32 triliun

Untuk di Pulau Sumatera, dirinya mengakui juga mengalami pertumbuhan yang baik. “Di area Sumatera, (KUR 2020,read) bertumbuh 28,1 persen, mengalami peningkatan signifikan, kualitas kredit juga alami perbaikan,”ulas dia.

Secara angka, Pulau Sumatera di 2019 lalu, BNI mencatatkan penyaluran KUR sebesar Rp3,387 triliun dan naik menjadi Rp4,337 triliun untuk kinerja di 2020. Pulau Sumatera sendiri, kinerjanya tertinggi kedua setelah Jawa dengan masing-masing Rp10,949 triliun (2019) dan Rp12,503 triliun (2020).

Khusus BNI Kanwil Palembang, membawahi wilayah kerja di Sumbagsel, yakni Sumsel, Lampung, Bengkulu, Jambi dan Bangka Belitung. “Untuk di area (kanwil,read) Palembang saja, realisasi Rp1,4 triliun naik di tahun ini. Tahun 2021 kita (kanwil Palembang,read) ditargetkan KUR Rp2,1 triliun,”jelas dia.

Dengan angka tersebut, Eka menegaskan optimismenya atas target yang ditetapkan untuk di kanwilnya. “Ada peningkatan (target KUR,read), area (kanwil, read) Palembang optimis,”ungkap dia.

Ia menambahkan, kucurkan (penyaluran,read) sedapat mungkin tersalurkan 80 persen di semester pertama ini. Optimisme tersebut, akui dia, karena ada amanat untuk pemulihan ekonomi nasional.

Selain KUR, menurut Eka, ada segmen penyaluran pembiayaan lain yang mengalami pertumbuhan. “KUR alami pertumbuhan luar biasa, termasuk kredit kecit di luar pembiayaan KUR pun mengalami pertumbuhan 136 persen dibandingkan tahun lalu,”ujar dia. (dav)

 

LEAVE A REPLY