Black Box Ditemukan

0
752

 

RADAR PALEMBANG -PENCARIAN panjang black box AirAsia QZ8501 nampaknya akan segera berakhir. Petang ini (11/1), lokasi alat yang berfungsi menyimpan data penerbangan pesawat itu berhasil ditemukan oleh tim penyelam TNI AL. Rencananya, benda berwarna orange itu akan diangkat besok pagi (12/1). Kotakhitam terhimpit oleh kepingan pesawat.

’’Tim Penyelam TNI AL yang berada di KN. Jadayat telah berhasil menemukan peralatan yang sangat penting yaitu Black Box Air Asia QZ8501 pada posisi 03.37.21 S / 109.42.42 E dengan kedalaman sekitar 30 s/d 32 meter,’’ menurut pesan singkat Koordinator Tim Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Tonny Budiono kepada wartawan, Senin (11/1) petang.

Menurut Tonny, dikarenakan keterbatasan waktu, maka diputuskan bahwa proses pengambilan black box akan dilaksanakan esok pagi hari.   ini mengundang perhatian ratusan warga sekitar yang ingin melihat langsung wujud ekor pesawat yang baru ditemukan tersebut

Meski sudah ditemukan, pengangkatan black box dari dasar laut bukan perkara mudah. Tim penyelam TNI AL akan mengevakuasi alat berwarna orange itu besok pagi (12/1). Selain kerbatasan waktu, lokasi blak box yang terimpit serpihan pesawat juga menyulitkan evakuasi.

Besok, tim penyelam terlebih dulu akan mengangkat serpihan pesawat, baru mengevakuasi black box. Namun, jika serpihan itu sangat sulit untuk digeser, maka skenario lainnya adalah mengangkat serpihan badan pesawat tersebut dengan menggunakan teknik balon seperti yang dilakukan pada ekor pesawat.

“Untuk memudahkan pekerjaan selanjutnya besok pagi, maka tim penyelam TNI AL telah memasang Marker Buoy kecil yang sebelumnya telah disiapkan di KN. Jadayat,” ujar Koordinator Tim Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Tonny Budiono kepada wartawan, Senin (11/1) petang.  Dengan diketemukannya black box AirAsia QZ8501, maka misteri penyebab kecelakaan pesawat yang hendak terbang dari Surabaya ke Singapura itu akan segera diketahui. Sebab semua data terekam di dalam alat tersebut.

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Unggul Priyanto menegaskan kewenangan mengangkat kotak hitam (black box) AirAsia QZ8501 ada di KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi).

Menurut Unggul, pihaknya hanya bertugas membantu KNKT dalam mencari keberadaan kotak hitam. “Hanya KNKT yang berhak mengangkat kotak hitam, bukan orang lain. Jadi, kalau mau tanya kepastian kotak hitam, tanyakan ke KNKT,” katanya saat diwawancarai di Gedung BPPT, Thamrin, Jakarta, Minggu (11/1).

Unggul mengatakan pihaknya telah mengerahkan tim untuk mencari kotak hitam sejak Selasa (30/12) lalu. “Pada tanggal 29 Desember, saya diperintah oleh presiden untuk mencari keberadaan kotak hitam. Badan SAR Nasional juga minta bantuan kami,” katanya.

Saat ini, didapatkan dua ping yang diduga merupakan keberadaan kotak hitam. “Ada dua ping yang kami dapatkan, kami perkirakan adalah kotak hitam bagian voice dan flight,” katanya. Dua ping ini ditemukan oleh Kapal Baruna Jaya I dan Java Imperia. Menurut data BPPT, jarak antara dua ping ini hanya berkisar 20 meter. “Makanya kami yakin di situ ada kotak hitam,” katanya. Adapun, ping ini telah didapatkan sejak Sabtu (10/1) siang.

Unggul mengatakan nantinya bila memang kotak hitam ditemukan dari koordinat tersebut, KNKT pulalah yang bertugas mengumumkan. “Sekarang status terakhirnya adalah penyelam sudah dikerahkan untuk mencari kotak hitam itu. Mereka yang akan memastikan ada atau tidaknya kotak hitam di koordinat itu,” katanya. Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo mengapresiasi kerja BPPT dalam menemukan dua koordinat yang diduga lokasi kotak hitam AirAsia QZ8501. “Dalam pencarian kotak hitam, peran ilmuwan sangat penting. Semoga benar itu lokasi kotak hitam,” katanya.

Sementarta itu, Kapal milik SKK Migas Crest Onyx yang membawa potongan ekor pesawat AirAsia QZ 8501 merapat ke dermaga Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Minggu (11/1) sore sekitar pukul 16.30 WIB.  Kalteng Pos (Grup JPNN.com), proses pengangkatan puing-puing ekor pesawat itu ke dermaga dari geladak kapal menggunakan crane dari KN Arcturus dan kemudian disimpan ke gudang di pelabuhan.

 

 

 

LEAVE A REPLY