Bisnis yang Ketiban Rejeki Selama Lebaran, Pengrajin Hiasan Toples

0
919

 

RADAR PALEMBANG – Menjelang lebaran banyak usaha kecil kebanjiran rezeki. Hal ini dikarenakan banyak orang yang mempercantik ruangan dan perlengkapan rumahnya dengan pernak-pernik yang lucu, bahkan unik

Pernak pernik toples adalah salah satu kerajinan tangan yang kebanjiran order menjelang lebaran Idul Fitri. Di setiap tahunnya hiasan toples dan alat-alat rumah ini sering diburu oleh ibu rumah tangga. Dengan alasan mempercantik toples kue mereka saat lebaran datang.

Tak ada yang menyangka kalau kediaman Yuni Daniati, Jl Angkatan 66, memiliki usaha pengrajin pernak pernik toples terbuat dari bahan flanel, renda, dan pita. Bentuknya cantik dan menarik, dengan warna-warna terang plus dipadu hiasan bunga-bunga di atasnya. Gadis muda ini bukan hanya menjual cover saja melainkan dalam bentuk paket bersama toples.

Alhamdullilah, dari pernak-pernik toples dan tissue ini telah memberikan saya income yang lumayan. Jika pernak-pernik ini saya jual satu paket dengan toples, saya bisa mengantungi keuntungan Rp. 50 ribu per toples. Harga ini termasuk murah terutama bagi ibu-ibu yang mencintai pernak-pernik hiasan toples demi mempercantik sajian di meja tamunya,” jelas Yuni.

Dikatakannya kebanyakan pelanggannya adalah ibu rumah tangga. Pernak pernik toples dan tisue ini ia buat dari dasar flanel, pita dan renda-renda. “Ibu-ibu banyak memesan pernak-pernik ini dengan alasan lucu dan unik. Selain itu banyak ibu-ibu yang memesan sesuai dengan apa yang mereka inginkan seperti gambar hello kitty dan doraemon,” ungkap gadis berjilbab.

Yuni belajar membuat produk ini tadinya untuk pemakaian sendiri. Ia mempelajari membuat hiasan stoples ini dari orang tuanya. “Saya belajar membuatnya setahun terakhir. Dan karena banyak yang minta buatkan, akhirnya saya jual,” kata Yuni saat ini sedang menikmati hasil penjualan kerajinannya yang banjir order lebaran lalu.

Kebajiran order tahun ini, lebih meningkat dari tahun kemarin. Hal ini karena masyarakat banyak menyadari kehadiran toples-toples dengan hiasan flanel. Peningkatan orderan dari tahun kemarin dibanding tahun ini sebesar 50 persen. Namun, untuk tahun ini, perbedaan pendapatan dari hari biasa dan saat menjelang lebaran datang hanya berkisar 30 persen.

“Lebaran tahun ini omzet penjualan kami meningkat 50 persen dari tahun kemarin. Kami akui saking banyaknya orderan membuat kami tidak bisa kemana-mana. Tahun kemarin, kami masih memiliki waktu luang sehingga masih bisa pergi kemana-mana atau istirahat. Tapi lebaran kali ini, saya hampir tidak punya waktu untuk istirahat, kami sangat sibuk mengerjakan order pesanan,” jelas Yuni yang saat pesanan membeludak dia dibantu orang tuanya.

Harga yang dibanderol untuk hiasan toples dan tissue ini masih dalam ukuran wajar. Tidak sebanding dengan kerumitan membuat produk ini. Motif yang sulit juga menjadi patokan harga jika ingin memiliki hiasan toples ini.

Yuni menjual satu satu toples dengan harga Rp 150 ribu sampai dengan Rp200 ribu per toples. Ada bermacam-macam paket yang disediakannya, seperti paket dengan isi 3 kotis (tiga produk). Jika orang memesan dengan paket 3 kotis maka satu toples akan dihargai Rp 150 ribu, namun jika ingin memesan dengan paket yang berisi 4 kotis akan dibandrol dengan harga Rp 180 ribu sampai dengan Rp 200 ribu sesuai dengan tingkat kesulitan motif masing-masing.

Namun untuk orang yang tidak ingin membeli paket harus menyediakan toples ataupun tempat air minum sendiri dari ruamah. Dan, jika hanya membeli hiasan toples hanya di bandrol dengan harga Rp. 15 ribu, namun jika memesan hiasan tempat air minum saja hanya mengeluarkan kocek sebesar Rp. 50 ribu per toples. “Jasa dan tenaga kami kan harus diperhitungan juga,” ungkapnya.

Tahun ini dirinya menerima sebanyak 12 paket, dan puluhan toples dengan hitungan satuan Satu toples beserta hiasannya saya bisa mendapatkan keuntungan sebanyak Rp. 50 ribu. “ untung yang saya dapatkan lumayan untuk lebaran,” jelasnya.

Kebanjiran orderan hiasan toples tak lantas disia-sia kannya, sehingga tak hanya menjual pernak-pernik hiasan saja. Dia juga membuat tas, bros, yang bisa di pesan sesuai dengan keinginan pelanggannya.

“Kami akan mengutamakan kualitas dan kerapian di setiap mengerjakan pesanan sehingga pelanggan yang telah percaya tidak meninggalakan bisnis kecil kami. Satu lagi kami mengutamakan kecepatan, karena rata-rata orang yang memesan pasti ingin cepat selesai. Jadi kecepatan dan kerapian sangat kami utamakan,” pungkasnya. (*/tamat)

LEAVE A REPLY