Bisnis Timpang

0
659

 

 

 

///Akibat Harga Karet Jeblok

 

RADAR PALEMBANG Harga karet kembali tergerus selama beberapa pekan terakhir. Sebagai mata pencarian mayoritas warga Sumatera Selatan, tentunya hal ini membawa dampak besar bagi ekonomi masyarakat. Sejumlah lini bisnis alami ketimpangan. Penjualan elektronik dan otomotif, turun signifikan.

Pengusaha pemilik toko elektronik, sudah sejak dua tahun terakhir mulai mengeluhkan penurunan penjualan. Apalagi ditambah dengan harga karet yang kini turun tiap minggu. Pun demikian dengan market otomotif yang mengalami koreksi cukup dalam sepanjang kuartal pertama 2017.

Ditambah dengan harga komoditi karet mengalami penurunan kembali. Penurunan penjualan mencapai hingga lebih dari 50 persen. Rudi, pemilik Toko Mega Elektronik mengatakan, sejak awal tahun penjualan sudah mengalami penurunan. Konsumen yang biasanya ramai mengunjungi toko, kini sudah mulai jauh berkurang. “Elektronik yang biasa dicari yaitu, televisi LED, AC, dan mesin cuci. Sementara lemari es, jarang dibeli konsumen,” kata Rudi. Rabu (26/4). Mega Elektronik menawarkan pembelian secara kredit menggunakan kartu kredit dari Mandiri ataupun Spectra.

Di lain pihak, Pemilik Toko Delta Elektronik yang tidak mau disebut namanya mengungkapkan, penjualan telah mengalami penurunan sebenarnya sejak dua tahun terakhir. Penurunan bisa mencapai 40 sampai 50 persen. “Sekarang hanya cuma bisa berharap, tahun depan akan membaik. Harapannya juga lambat laun akan mengalami kenaikan dari segi penjualan,” ungkapnya.

Hal sedikit berbeda di alami Columbus Cash and Credit. Yensa, kepala marketing Columbus Palembang, penjualan triwulan pertama mengalami kenaikan 25 sampai 35 persen. Sementara target bulan depan yang bertepatan dengan Ramadan, diperkirakan dapat mengalami kenaikan 50 sampai 100 persen. Walaupun harga komoditi karet sedang mengalami penurunan. Namun, tetap penjualan wilayah Kota Palembang, akan naik Karena, masyarakat kota tidak tergantung dengan harga komoditi karet. Lain halnya dengan daerah yang berpengaruh besar terhadap penjualan.

“Elektronik yang sering dicari konsumen yakni Tv LED, kulkas, dan mesin cuci. Kami juga memiliki promo Super Grandprize mobil Daihatsu Ayla dan motor Honda Beat, serta 20 hadiah menarik lain,” tambahnya. Columbus juga akan memberikan hadiah langsung untuk setiap pembelian barang, yakni akan mendapat hadiah langsung berupa rak tv, setrika dispenser dan jemuran handuk.

Market Otomotif Kembali Koreksi

Market otomotif pada kuartal pertama 2017, kembali mengalami koreksi cukup dalam. Harga komoditi yang kembali terjun bebas, disinyalir turut menjadi penyebab. Operational Manager Auto 2000 Area Sumatera, Judianto mengatakan, kuartal terakhir tahun lalu, market otomotif sempat mengalami perbaikan. Saat itu penjualan otomotif mengalami peningkatan signifikan, dengan rata-rata penjualan mencapai 1.200 perbulan dalam wilayah Sumsel.

“Kondisi tersebut sempat bertahan pada awal tahun di Januari. Namun memasuki Februari dan Maret market kembali turun dengan rata-rata penjualan hanya 900 unit perbulan,” jelas Judianto. Perbaikan market otomotif khususnya roda empat, sempat dikhawatirkan. Sebab, peningkatan terjadi secara mendadak. Akibatnya ketika harga karet diramalkan akan jatuh, market sudah mulai koreksi. “Kenaikan penjualan akhir tahun lalu terjadi disaat kondisi daya beli masyarakat belum terlalu pulih. Makanya saat komoditi kembali goyang, market langsung merespons dan megalami penurunan signifikan”.

Penyebab lain adalah, kondisi keuangan yang belum stabil. Akibatnya belanja pemerintah untuk kendaraan dinas. juga belum terlalu menggembirakan. Banyak instansi pemerintah, swasta, maupun BUMN memilih untuk menunda pembelian kendaraan dinas. Tentu secara tidak langsung memberikan dampak negatif terhadap penjualan mobil keseluruhan.

Sepanjang kuartal pertama tahun ini, market masih terbantu oleh penetrasi pasar LCGC (Low Cost Green Car), yang mengalami peningkatan signifikan. Apalagi beberapa brand lebih rajin merilis produk baru. “Produk kami baik Agya maupun Calya, memberikan kontribusi positif terhadap penjualan,” katanya.

Toyota sendiri lanjut dia, dalam menghadapi penurunan pasar, tetap optimis. Sebab biasanya tren pasar akan kembali pulih pada empat bulan ke depan. “Makanya pertengahan tahun ini, Toyota menyiapkan strategi dengan mempersiapkan unit baru lagi,” tutupnya. (rd2/iam)

 

 

 

 

LEAVE A REPLY