Bisnis Perbankan Kian Menjanjikan

0
486

RADAR PALEMBANG, Kinerja industri jasa keuangan bank di Sumsel terus menunjukkan perbaikan. Hal ini terlihat dari angka NPL tang terus mengalami penurunan sementara indikator kinerja lainya terus membaik.

Menurut Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 7 Sumbagsel Panca Hadi Suryatno, tren perbaikan kinerja perbankan sudah nampak sejak akhir tahun lalu. Meski bisnis bank sempat mendapatkan rintangan dari nikai tukar yang terus terdepresiasi, namun bank masih mampu menerapkan setrategi yang mumpuni untuk mendongkrak kinerja.

Kinerja industri perbankan di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) berada di jalur positif. Hingga Juli 2018 aset tumbuh 6,02 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, dengan share 3,21 terhadap nasional.

Panca Hadi Suryatno mengatakan, di periode yang sama, Sumbagsel juga mencatatkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 8,78 persen dan kredit 8,52 persen.

“DPK terus tumbuh dari Rp70 triliun menjadi Rp77,14 triliun. Dari komposisi tersebut produk dana murah masih mendominasi baik tabungan maupun giro. Artinya secara porsi masih sangat bagus karena dana murah jauh lebih besar artinya cost perbabkan lebih ringan,” kata Panca saat acara media gathering di Bogor Sabtu (29/9).

Menurut panca yang palung menjadi cerminan membaiknya kinerja perbankan adalah turunya rasio kredit bermasalah dari 3,69 menjadi 3,52. Meski kecil namun setidaknya perbabkan bisa terus mempertahankan tren penurunan NPL. Paling tidak sampai akhir rahun bisa terus dipangkas dibawah 3 persen.

“Secara umum kinerja industri keuangan di Sumbagsel tumbuh positif. Untuk DPK masi didominasi dana murah giro dan tabungan sebesesar 65,51 persen, dan sisanya deposito,” kata Panca dalam kegiatan gathering media di Sentul, Bogor, Minggu (30/9).

Dibeberkannya, sektor penyaluran kredit saat masih terfokus pada sektor produktif yakni modal kerja dan investasi sebesar 58,34 persen dan sisanya konsumtif.

Terkait rasio kredit macet, Panca menambahkan, saat ini Sumbagsel berada di tren menurun yakni 2,86 persen dan tetap di bawah 5 persen. Sementara, fungsi intermediasi perbankan cukup optimal dengan LDR berada di 110,01 persen. (iam)

LEAVE A REPLY