BI Siapkan Rp 800 M

0
562

RADAR PALEMBANG, Sebagaimana lazimnya, kebutuhan uang receh menjelang Lebaran Idul Fitri meningkat tajam. Tahun ini, Bank Indonesia menyediakan uang receh sebanyak Rp 808 miliar.
Kepala Kantor Perwakilan (BI) Wilayah Sumsel, Rudy Hairudin mengatakan, tahun ini BI memproyeksi kebutuhan uang di masyarakat relatif kurang lebih sama dengan tahun lalu sekitar Rp4,3 – 4,4 triliun.
“Hanya saja, ketersediaan uang pecahan kecilnya yang jumlahnya diperbesar dari tahun lalu Rp Rp 351,2 miliar, kini mencapai Rp 808 miliar,” kata dia, Selasa (30/5). Adapun persiapan uang kecil tersebut, terdiri dari, pecahan Rp 20.000 sebesar Rp 359 miliar, lalu pecahan Rp 10.000 sebesar Rp 227 miliar, pecahan Rp 5.000 sebesar Rp 163 miliar, pecahan Rp 2.000 sebesar Rp 49 miliar, dan yang terakhir untuk pecahan Rp 1.000 sebesar Rp 10 miliar. “Umumnya dimasyarakat saat hari lebaran, pecahan dengan nominal Rp 5.000 dan Rp 10.000 untuk bagi-bagi THR ke sanak saudara,” kata dia.
Momen penukaran uang ini sekaligus dimanfaatkan BI untuk kembali menyosialisasi uang baru tahun emisi 2016. Meski demikian, bukan berarti keseluruhanya merupakan uang baru, melaikan masih digabungkan dengan uang rupiah lama.
Untuk memaksimalkannya, BI akan mengaktifkan pelayanan kendaraan kas keliling untuk menjangkau masyarakat secara langsung, khususnya yang berada di pusat-pusat keramaian, seprti Pasar 16 Ilir, dan mal.
Selain itu, BI juta telah bekerjasama dengan sejumlah perbakan di Sumsel untuk melakukan penukaran uang pecahan kecil dengan jadwal yang disesuaikan. “ BI bersama perbakan menyiapkan outlet penukaran uang pecahan kecil ini. Hal tersebut ditujukan agar pelayanan kebutuhan penukaran uang dari masyarakat dapat lebih optimal,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat agar mengambil atau menukar uangsecukupnya untuk kebutuhan lebaran saja. “ Jadi jangan terlalu berlebihan, sebab berdasarkan pengalaman tahun lalu banyak uang baru yang dikeluarkan sebelumnya akhirnya kembali lagi disimpan di bank,” katanya.
Sementara itu, Pemimpin BNI Wilayah Palembang, Afien Yuni Yahya mengatakan, selama Ramadan dan Lebaran, pihaknya menganggarkan penambahan uang khususnya di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang biasaya Rp 350 miliar per minggu, kini menjadi Rp 700 miliar. “Tambahan yang dilakukan menjadi dua kali lipat dari hari biasa,” kata dia.
Agar memastikan pelayanan tetap berjalan optimal, pihaknya juga menyiagakan tim khusus yang menatau ketersediaan uang di ATM sekaligus pengamanan selama 24 jam. “Tentunya kami akan siap menyediakan pelayanan yang maksimal demi nasabah,” katanya. (tma)

LEAVE A REPLY