Berkah Sabar dan Ikhlas

0
274
Ko Alam Pemilik Balai Pengobatan Dewi Kwan im KM 12

 

+ Ko Alam Pemilik Balai Pengobatan Dewi Kwan im KM 12

RADAR PALEMBANG, Sebelum dikenal menjadi sosok yang dapat menyembuhkan beragam penyakit, Ko Alam pemilik Balai Pengobatan Dewi Kwan im KM 12 Palembang sempat mengalami cobaan terberat dalam hidupnya. Namun berkah sabar serta ikhlas, ia pun kini bangkit dan mampu meraih kesuksesan di dunia pengobatan.

Berikut bincang- bincang RADAR PALEMBANG dengan Ko Alam

Bagaimana kisah perjalanan hidup Ko Alam sebelum menjadi seperti sekarang?

Pada tahun 1999, awalnya saya bersama istri berdagang manisan dengan menyewa ruko di kawasan KM 12 Palembang. Pada saat itu ekonomi sedang sangat sulit sekali, pendapatan dari berdagang ini pasang surut.

Lantas apakah langsung banting setir pekerjaan lain untuk mengubah nasib?

Tidak, saya tetap bersabar terus berjualan meski pendapatan tidak terlalu besar dan rejeki sedang pasang surut. Ditengah kesulitan melawan kerasnya kehidupan dengan berdagang manisan, saya pun harus menerima takdir kehilangan buah hati tercinta yang meninggal dunia di usia 13 tahun.

Kehilangan buah hati tercinta tentu merupakan cobaan terbesar dalam hidup seseorang. Apakah Ko Alam langsung menyerah dengan kondisi tersebut?.

Kepergian anak membuat saya semakin terpuruk. Hidup saya makin tertekan baik mental maupun batin. Sambil berdoa kepada yang maha kuasa dan bermeditasi, saya menangis meminta petunjuk kenapa cobaan hidup yang menerapa saya ini sangat berat sekali.

Apakah meditasi menjadi salah satu cara untuk menenangkan diri menghadapi rintangan?

Ya saya dari dulu memang gemar bermeditasi. Meditasi ini kalau di dalam agama Islam seperti berzikir. Inilah cara kita mendekatkan diri kepada tuhan dan berserah diri terhadap kehidupan kita. Lewat meditasi inilah awal mula perjalanan saya dapat mengobati seseorang. Pada saat saya tengah bermeditasi datanglah Dewi Kwan Im, Kwan Te Kong dan Hwat Cu Kong yang berbicara semua cobaan hidup berat sudah dilalui semua, nanti akan tiba saatnya hidupmu akan berubah.

Lalu apakah langsung bisa mengobati seseorang?

Belum saya masih berdagang. Awalnya, ada seorang kakek berusia 65 tahun belanja di toko saya. Pada saat ia belanja tiba-tiba si kakek mengalami serangan jantung.

Tiba-tiba saya secara reflek menepuk bagian belakang si kakek berkat bisikan dari Dewi Kwan Im, Kwan Te Kong dan Hwat Cu Kong. Tak lama setelah saya mendapatkan bisikan para dewa si kakek mengeluarkan gumpalan darah lalu ia kembali bernafas dan sembuh.

Arinya setelah mengobati si kakek?

Ya benar. Sambil berdagang saya sambil mengobati. Selama 2 tahun mengobati orang, saya mendapat bisikan tak boleh meminta bayaran sepeser pun. Kata ketiga mahluk yang ikut dengan saya tahun ketiga setelah mengobati barulah rejeki saya akan terbuka lebar.
Pada tahun ketiga saya mengobati datang pasien asal Bandung yang meminta bantu untuk menjual 7 Vila yang sudah lama tidak laku. Setelah saya bantu, dua bulan kemudian vila tersebut terjual. Setelah saya membantu beliau, si pasien kemudian membantu saya membeli ruko yang saya sewa. Tak tangung-tanggung ia belikan tiga ruko sekaligus kemudian dijebol jadi satu. Si pasien bilang saya harus terus membantu orang mengobati, maka itulah ia membelikan saya ruko untuk pengobatan.

Setelah dibelikan ruko untuk pengobata, apakah orang berobat dikenakan tarif?

Oh tidak. Saya tidak meminta bayaran. Saya masih diminta terus sabar dan iklas. Nah setelah itu barulah saya fokus pengobatan dan tak lagi berdagang. Kemudian, mahluk yang ikut dengan saya membisikan saya memasang pasang altar dan bangun patung mereka. Saya kembali diminta untuk bersabar 5 tahun setelah mengobati akan banyak rejeki yang datang lagi.

Dulu ruko Anda hanya ada di depan, bagaimana ceritanya sampai lahan ke belakang dengan luas seperti ini?

Jadi setelah saya memasang latar datang lagi rejeki tak terduga. Ada orang dari Surabaya dan Jakarta yang datang berobat untuk menyembuhkan anaknya yang kecanduan berat narkoba. Setelah saya obati anaknya berhasil sembuh total. Kemudian pasien lagi-lagi membantu saya dengan membelikan lahan dan memasang pagar untuk memperluas Balai Pengobatan Dewi Kwan Im ini.

Jika tidak dipungut bayaran, bagaimana cara pasien berterima kasih setelah di sumbuhkan?

Setelah 5 tahun mengobati, barulah saya kembali dapat bisikkan untuk meletakkan kotak amal. Jadi setiap orang berobat kalau ada yang mau memberi silahkan masuk ke kotak amal, kalau tidak mau juga tidak apa-apa karena saya membantu secara iklas.

Untuk balai pengobatan Dewi Kwan Im ini apakah hanya untuk orang Tionghoa saja?

Tidak. Di sini saya mengobati orang tanpa pandang agama, suku atapun ras. Siapapun boleh berobat ke sini, pengobatan kita ini universal. Cara pengobatan saya kita lihat dari sisi medisnya, apakah ia butuh terapi atau sentuhan dan obat-obatan. Kalau dari sisi batin, kita sembuh lewat agama. Jadi sambil kita obati pasien diarahkan dengan kepercayaan masing-masing. (sep)

LEAVE A REPLY