Berikut Kisaran Dana Untuk Jadikan Pulokerto KEK Pariwisata

0
593

 

RADAR PALEMBANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang berencana akan mengembangkan daerah Pulokerto untuk dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berbasis Pariwisata, Pemkot dipastikan juga akan mengembangkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya.

Hal ini dipastikan setelah penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) yang dilakukan antara Walikota Palembang, Harnojoyo dengan dua investor asing PT Clarion GED asal Monaco dan PT BCI asal Australia.

Penandatanganan MOU akan dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MOA) tiga bulan lagi, ini bentuk sebagai persetujuan atas ketentuan yang diperlukan dalam pembangunan dua mega proyek tersebut “Kami minta bantuan PT Palembang Trading and Logistic (Patralog) sebagai BUMD yang mewakili Pemkot dalam pembangunan dua mega proyek ini,” kata Walikota Palembang H Harnojoyo, usai melakukan penandatanganan MOU, di Rumah Dinas Rabu (24/2).

Harnojoyo, dua proyek tersebut akan dibangun di daerah Pulokerto diatas lahan seluas 120 hektar. Pembangunan KEK Berbasis Paariwisata dan PLTS sebagai langkah untuk mewujudkan agar kota Palembang menjadi Green City. ‘Pastinya nanti proyek tersebut akan dibuat ramah lingkungan. Seperti contoh, PLTS itu menggunakan panel surya untuk menyerap panas kemudian menghasilkan listrik yang tentu bisa membantu suplai listrik di kota Palembang,” katanya

Harno mengungkapkan, nilai investasi dari dua perusahaan asing untuk membangun proyek tersebut hampir mencapai Rp 7,5 triliun dari  PT BCI investasinya Rp 4,5 triliun untuk membangun KEK berbasis pariwisata. Sementara dari PT Clarion untuk membangun PLTS mengucurkan dana Rp 2,8 triliun.

Pembangunan ini juga untuk mendukung Asian Games 2018 mendatang, agar saat pelaksanaan even olahraga akbar ini ketersediaan listrik mencukupi dengan PLTS tersebut. “Untuk pertama, listrik yang dihasilkannya 10 Megawatt, tapi akan ditingkatkan menjadi 100 megawatt. Mudah-mudahan pertengahan tahun ini sudah mulai groundbreaking,” jelasnya.

Sementara itu, Komisaris Utama PT BCI, Russel Percival mengatakan, alasan pihaknya ingin mengembangkan investasi berbasis pariwisata, karena Palembang dinilai mempunyai potensi di bidang pariwisata terutama wisata sungai “Palembang ini sangat terkenal dengan Sungai Musi sebagai ikonnya. Maka dari itu akan sangat tepat kalau dibangun satu kawasan pariwisata terpadu di Pulokerto,” ungkapnya.

Managing Director PT Clarion GED, Giacomo Ortolano mengatakan, pihaknya tertarik membangun proyek PLTS karena Palembang sebentar lagi akan menjadi tuan rumah penyelenggaan Asian Games di 2018 mendatang. Dengan berlangsungnya event tersebut tentu Palembang akan sangat membutuhkan ketersediaan listrik yang mencukupi.

“Kami membangun PLTS karena lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan pembangkit listrik lain. Selain itu juga, produksi listrik nanti akan membantu selama even Asian Games. Ini juga untuk menjadikan Palembang sebagai kota yang ramah lingkungan (Green City),” pungkasnya. (zar)

LEAVE A REPLY