Berikut 4 Sektor Ekonomi Yang Menurut BI Mulai Bergerak

0
100
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Hari Widodo.

RADAR PALEMBANG – Setelah melemahnya perekonomian sepanjang 2020 akibat efek dari pandemik Covid19, di tahun ini, kantor Bank Indonesia (BI) perwakilan Sumsek menilai akan ada perbaikan.

Setidaknya, ada sejumlah sektor ekonomi yang dilihat BI sudah bergerak aktivitasnya. Kondisi ini, tak lepas dari penanganan Covid19 yang intens dan juga pemulihan ekonomi global yang berimbas permintaan di pasar ekspor Sumsel.

Apalagi, babak baru pemulihan ekonomi, indokator penggerak perekonomian sudah mulai membaik sejak triwulan ke 3 tahun 2020. Hal ini diungkapkan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Hari Widodo.

Ia mengatakan, Sumsel berturut-turut mengalami pertumbuhan ekonomi negatif ada triwulan ke 2 dan 3 karena pandemi. Namun, sambung dia, pada triwulan ke 3 sudah mulai ada perbaikan, meski belum tumbuh positif.

“Triwulan ke 2, pertumbuhan ekonomi sumsel -1,53 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, sementara trwilunan ke 3, Sumsel mengalami perbaikan di level -1,40 persen,”ungkap Hari.

Kondisi tersebut, menurut Hari, meski masih negatif namun aktivitas perekonomian sudah mulai bergerak naik. Hari menambahkan, pihaknya sangat optimis tahun ini akan ada babak baru perkembangan ekonomi Sumsel.

“Hal ini juga terlihat dari perkembangan aktivitas dan lapangan usaha sejumlah sektor seperti pertanian, industri, pertambangan dan perdagangan,”ungkap dia.

“Pertumbuhan ekonomi global mulai menunjukkan perbaikan sejalan dengan melandainya penyebaran COVID-19 dan kami yakin berkat dorongan dari sejumlah pihak dalam rangka pemulihan ekonomi nasional akan berdampak pada stimulus fiskal dan moneter yang cukup besar,” kata Hari.

Sebelumnya, Hari juga mengatakan respons positif pertumbuhan ekonomi di Sumsel terlihat membaik dari indikator aktivitas ekonomi masyarakat. Ia mengatakan, secara umum ada tiga indikasi membuktikan ekonomi perlahan normal.

“Sudah banyaknya publik yang bertransaksi, seperti pergerakan operasional pariwisata dan adanya gairah ekspor dan impor. Termasuk geliat masyarakat mulai terbiasa berbelanja lagi,” kata dia.

Kendati pertumbuhan ekonomi 2020 mengalami deflasi dan diangka minus 1,4 persen, Hari yakin tahun ini ekonomi merangkak naik. Hal tersebut terlihat dari perbandingan pergerakan ekonomi dari triwulan III menuju triwulan IV.

“Pertumbuhannya terlihat dari triwulan II 2020 minus 1,5 persen, tetapi triwulan III berkurang jadi minus 1,4 persen. Artinya tetap ada pergerakan, menuju triwulan IV awal tahun ini kita sudah naik sedikit ada peningkatan,” jelasnya.

Hari menyebut, langkah dan peran BI Sumsel meningkatkan ekonomi pada 2021 dimulai dengan keyakinan besar, kemudian tetap menerapkan persyaratan stabilisasi kesehatan masyarakat. Sehingga ekonomi dan kesehatan relavansi beriringan sejalan.

“Selain itu, BI konsisten mengedepankan tiga program dalam implementasinya, seperti pengembangan UMKM, edukasi ekonomi syariah dan mendorong digitalisasi ekonomi,” ujar dia. (dav)

 

LEAVE A REPLY