Berharap Disdik Provinsi Segera Memberikan Daftar Peserta Ujian

0
111

 

+ Terkait Dugaan Ijazah Palsu Calon Wakil Gubernur Sumsel

RADAR PALEMBANG – Kita berharap Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan segera memberikan daftar peserta ujian dan siswa yang lulus ujian STM Tambang ditahun dimana diduga salah satu kandidat calon Wakil Gubernur Sumsel dinyatakan lulus ujian.

Kalau didaftar tersebut ada nama kandidat calon Wakil Gubernur Sumsel berarti ijazah STM Tambang yang selama ini digunakan asli tapi jika tentu pihak kepolisian harus segera bertindak.

Hal ini ditegaskan oleh Aminulah Ketua Kesatuan Aksi Pemantau Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KAPAKKN) Sumsel dan Syamsul Rizal saksi terkait dugaan ijazah palsu salah satu kandidat Wakil Gubernur Sumsel kemarin.

Menurut Aminullah, inilah satu satu cara untuk mengungkap kebenaran yang selama ini belum terungkap. “Kita berharap pihak Disdik bisa koorperatif, sebab dugaan ijazah palsu ini sudah kita laporkan ke Bareskrim Polri,”katanya

Sementara itu, Syamsul Rizal yang memiliki data dan informasi dugaan penggunaan ijazah palsu menegaskan jika masalah ini sudah lama dipersoalkannya, dan tidak ada dendam pribadi dirinya dengan salah satu calon wakil gubernur tersebut. Namun lebih ke tanggung jawab dirinya selaku masyarakat untuk Pilkada yang demokratis.

Syamsul memastikan kalau dia adalah seorang pensiunan PT Pusri dan tidak ada kaitan dengan calon cawagub tersebut baik sebagai teman sekolah atau warga satu dusun.
“Pada saat calon wakil gubernur tersebut mencalonkan diri sebagai anggota DPRD, ijasah yang yang dia cantumkan saat itu SMEA sedangkan dia insinyur, jadi salah satu TU nyeletuklah , ngapo bapak  Insinyur menyodorkan SMEA , lalu di ganti di ganti dengan ijasah STM Tambang, “ katanya.

Selain itu pihaknya, menuntut tim forensik Polda Sumsel melakukan penyelidikan ulang, meski kasus ini sudah dilakukan pada 2004 lalu. Dijelaskannya, dari ijazah atau Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) yang dikeluarkan Sekolah Teknologi Menengah (STM) jurusan Pertambangan pada 1977 lalu, dirinya mengetahui jika tidak pernah ada siswa tersebut.

Sementara itu, Kepala dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan Drs Widodo MPd mengatakan, diknas Provinsi akan membuka pintu selebar-lebarnya jika ada pihaknya terkait dalam hal ini pihak kepolisian mengusut kembali masalah dugaan ijazah palsu ini. Selain itu, pihaknya juga akan memberikan data-data yang diminta dan diperlukan terkait masalah tersebut. “Ya kita pasti mendukung jika itu untuk mengungkapkan kebenaran. Sebab kita dari Disdik tidak bisa menetapkan apakah ini benar atau salah. Sebab itu bukan wewenang kita tapi wewenang aparat hukum,”ungkap Widodo saat menerima audensi para saksi terkait dugaan ijazah palsu salah satu kandidat Wakil Gubernur Sumsel tersebut. (tim)

LEAVE A REPLY