Berebut Tahta Penguasa Messaging

0
793

z109rh4k

JAKARTA, RS – John Chen, CEO BlackBerry mengungkapkan, pengguna aplikasi BBM saat ini telah mencapai 113 juta dengan 85 juta pengguna aktif tiap bulannya. Menurutnya, angka ini cukup positif dan menjanjikan, apalagi sejak dibuka lintas platform.

Selain hadir di platform BlackBerry, iOS, dan Android, BBM juga akan hadir di Windows Phone dalam waktu dekat. “Kami akan membawa BBM ke Windows Phone di kuartal kedua. Aplikasi ini akan masuk ke Nokia X,” katanya seperti dikutip TechCrunch, Kamis (3/4).

Dengan pesatnya pertumbuhan jumlah pengguna lintas platform, BBM juga akan jadi andalan dari perusahaan asal Ontario, Kanada ini untuk mendulang uang, khususnya lewat BBM Shop yang akan menjual stiker seperti instant messaging lainnya.

“Kami akan terus mengembangkan BBM seperti membuka BBM shop, memperkuat platform di segmen korporasi, dan menggelar BBM Payment. Fokus utama BlackBerry sekarang adalah kembali untung, tanpa bergerak sebagai perusahaan yang memiliki profitabilitas, susah berkompetisi,” tutur Chen, realistis.

Sejauh ini, BlackBerry mencatat sudah ada sekitar 500 ribu brand yang memanfaatkan BBM channel untuk sosialisasi merek produknya. Namun demikian, upaya BlackBerry harus lebih keras lagi jika masih berambisi jadi raja messaging, mengingat Line dan WhatsApp sudah jauh di depan.

Line dan Whatsapp sendiri makin kinclong dari hari ke hari. Hal itu jelas terlihat dari laporan terakhir yang dipublikasikan kedua aplikasi instant messaging tersebut di akhir kuartal pertama 2014 ini. Per 1 April 2014 kemarin, Line mencatat jumlah penggunanya telah menembus 400 juta. Itu artinya dalam empat bulan terakhir sejak 11 November 2013, aplikasi ini telah menambah 100 juta pengguna baru dari 300 juta waktu itu. Tercatat, 1,7 juta di antaranya diraih hanya dalam satu hari saja.

“Target Line di 2014 ini adalah mencapai 500 juta pengguna dan hari ini kami telah berhasil mencapai 400 juta pengguna,” ungkap CEO LINE Corporation Akira Morikawa di The Next Web.

Pertumbuhan jumlah pengguna Line ini datang dari negara-negara di Amerika Utara dan Eropa, yang otomatis memperkuat basis pengguna yang sudah besar di Spanyol, Asia Tenggara, dan negara lainnya.

Dari sisi jumlah penggunanya, pengguna Line terbesar ada di negara asalnya, Jepang dengan angka 50 juta. Berikutnya di Thailand 24 juta, Indonesia 20 juta, dan India 18 juta. Di Amerika Serikat, penggunanya pun telah melewati angka 10 juta.

Seiring meningkatnya jumlah pengguna, intensitas komunikasi yang dilakukan melalui Line juga tumbuh secara signifikan. Sejak awal 2014, telah tercapai rekor penggunaan fasilitas chat 10 miliar per hari, pesan stiker 1,8 miliar per hari, dan telepon lebih dari 12 juta per hari.

Sementara WhatsApp di saat bersamaan juga mengumumkan dalam sehari melayani 64 miliar pesan yang lalu-lalang di platform messaging miliknya. Saat ini, WhatsApp memiliki sekitar 465 juta pengguna.

Pasca dibeli Facebook USD 19 miliar, banyak kalangan memprediksi monetisasi terhadap WhatsApp tak akan mudah mengingat telah diumumkan tak akan bermain dengan iklan.

Sedangkan untuk menarik bayaran dari berlangganan juga bukan hal yang mudah mengingat pengguna WhatsApp banyak dari kalangan remaja yang memiliki loyalitas rendah dan gampang berpindah ke layanan messaging lain yang banyak bertebaran.

(rou/ash)

LEAVE A REPLY