Bekraf Fasiliasi Akses Permodalan Usaha Kreatif

0
326

RADAR PALEMBANG, Badan Ekonomi Kreatif akan memfasikitasi akses permodalan bagi pelaku usaha kreatif. Dengan sistem ini diyakini usaha kreatif akan lebih cepat berkembang.

Skema pembiayaan baru berbasis hak kekayaan intelektual permodalan HKI bagi oelaku ekonomi kreatif. Deputi Riset, Edukasi dan Pengembangan Bekraf Abdur Rohim Boy Berawi mengatakan, Bekraf akan memberikan akses oermodalan dengam sistem baru yang berbeda dengan akses permodalan biasanya.

“Kami akan memberikan skema pembiayaan baru yakni pembiayaan yang berbasis hak kekayaan intelektual (HKI), sistem ini sedang kami godok, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa diterapkan,” jelas Boy disela acara BISMA Goes to Get Member (BIGGER) di Hotel Horison Ultima Palembang yang dihadiri 250 usaha kreatif Kamis (25/4).

BISMA, (BEKRAF Information System in Mobile Application), adalah platform unggulan bagi pelaku kreatif untuk mendaftarkan diri ke database resmi Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) melalui aplikasi (android/ios) dan website BISMA di httpszllbisma.bekraf.go.id/. Untuk mengikuti event ini, pelaku ekonomi kreatif di wilayah Provinsi Sumatera Selatan khususnya Kota Palembang cukup mendaftarkan diri dan bergabung dengan 37 ribu pelaku ekonomi kreatif Iainnya yang saat ini telah terdaftar di database BISMA.

Acara ini diharapkan akan mendukung komunikasi dua arah antara pelaku ekonomi kreatif dari 16 subsektor dengan BEKRAF untuk memudahkan pemerintah menangkap masalah, memonitoring perkembangan usaha serta menerima saran seputar ekonomi kreatif sehingga dapat dihasilkan pemetaan akurat yang dapat membantu penyusunan kebijakan ekonomi kreatif dan menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang kondusif. Selain itu pelaku ekonomi kreatif yang terdaftar di BISMA akan lebih mudah dalam mendapatkan kesempatan untuk difasilitasi ataupun mendapatkan pendukungan oleh BEKRAF dalam mengembangkan usaha kreatif mereka.

Dari hasil survey khusus ekonomi kreatif BPS dan BEKRAF, di tahun 2016 produk domestik bruto (PDB) ekonomi Kreatif tercatat 922,59 triliun rupiah, angka ini meningkat 4,95 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah unit usaha ekonomi kreatif berdasarkan hasil Sensus Ekonomi 2016 (SE 2016) untuk KBLI Ekonomi Kreatif sebanyak 8.203.826 usaha. Kegiatan BIGGER di Kota Palembang ini juga merupakan ajang berjejaring bagi para stakeholder ekonomi kreatif.

Kota Palembang dengan total 47.261 pelaku ekonomi kreatif yang 5 subsektor terbesamya bergerak di subsektor kuliner sebanyak 34.090 usaha kreatif, subsektor fesyen 7.279 usaha kreatif, subsektor kriya dengan 3.936 usaha kreatif, subsektor penerbitan dengan 760 usaha kreatif dan subsektor fotografi dengan 330 usaha kreatif. Hal ini dinilai sangat potensial untuk pengembangan ekonomi kreatif bagi BEKRAF untuk berkoordinasi dan memfasilitasi terjadinya kolaborasi antar pelaku kreatif.

Selepas pembukaan, dilanjutkan dengan BEKRAF Session yang dihadiri oleh jajaran pejabat BEKRAF sebagai pembicara kunci yang hadir yaitu, Endah Wahyu Sulistianti (Deputi Hubungan Antar Wilayah dan Lembaga ), Wawan Rusiawan (Direktur Riset dan Pengembangan).

BEKRAF Session adalah sesi konsultasi dimana pelaku kreatif dapat berinteraksi langsung dengan Pejabat di lingkungan BEKRAF dan berdiskusi seputar peran BEKRAF dan pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Pada sesi ini juga dipaparkan program kerja dari tiap kedeputian yang hadir agar para peserta yang hadir mengetahui program program apa yang dimiliki oleh Bekraf sehingga dapat dimanfaatkan dalam mengembangkan usaha.

Kegiatan yang dilaksanakan tanggal 25 April 2019 ini diisi oleh narasumber yang terdin’ dari pelaku, asosiasi dan komunitas ekraf yang akan berbagi pengetahuan tentang inovasi sebagai penggerak dalam peningkatan perekonomian disektor ekonomi kreatif. Dilaksanakan juga sesi panel dengan maten’ sosialisasi aplikasi BISMA (BEKRAF Information System In Mobile Application) oleh Maman Rahmawan (Kasubdit lnformasi dan Pengolahan Data).

Acara dilanjutkan dengan sesi Pen’nodalan dan Branding Produk Ekonomi Kreatif oleh Andhika Diskartes lnovasi serta diteruskan oleh sesi Meningkatkan Potensi Produk dengan Packaging yang baik oleh Sugeng Untung dan Foto Produk Menggunakan Kamera Smartphone oleh Ariana Octavia pada sesi terakhir adalah Pemanfaatan Sosial Media dan Pemasaran Digital oleh M. Arif Rahman. (iam)

LEAVE A REPLY