Bea Cukai Palembang Bongkar Penyelundupan, Elektronik – Miras Ilegal Disita

0
1082
ILEGAL: Bea Cukai Kantor Palembang merelisi barang-barang elektronik dan Miras selundupan. Pengungkapan dilakukan Sabtu 16 November 2019 di Perumahan Alam lndah Lestari, Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir.

PALEMBANG, RP – Bea Cukai Kantor Palembang berhasil mengamankan 2 kasus penyeludupan yang berpotensi merugikan negara miliaran rupiah.  Kepala Kanwil Bea Cukai Sumatera Bagian Timur, Dwijo Murjono mengatakan pada hari Sabtu tanggal 16 November 2019 di Perumahan Alam lndah Lestari, Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Beacukai Palembang kembali melakukan penindakan terhadap pabrik minuman keras (miras) ilegal.

Penindakan terhadap pabrik miras llegal ini berhasil menyita barang bukti sebanyak 1.100 botol miras oplosan palsu merk Mansion House tanpa dilekati pita cukai, Mesin pengemas untuk memasang tutup botol sebanyak 1 buah. 5 Drum yang masing masing berisi 200 Liter Alkohol dan barang Iainnya yang digunakan untuk memproduksi Miras illegal tersebut.

“Penindakan ini berhasil dilakukan berkat informasi masyarakat akan adanya pengiriman tutup botol miras dari Jakarta menuju Palembang menggunakan transportasi bis. Kemudian Tim dari Beacukai Palembang langsung bergerak melakukan pemantauan terhadap paket tersebut di loket bis yang dimaksud.”

Pada pukul 12.37 siang ada sebuah Mobil mengambil paket tersebut, yang kemudian dilakukan penghentian dan pemeriksaan oleh petugas terhadap mobil tersebut, dari hasil pemeriksaan didapati benar bahwa paket berisi tutup botol Miras jenis Vodka Mansion House.

Lantas, sambung dia, petugas meminta pelaku di dalam mobil untuk menunjukkan pabrik tempat produksi minuman keras tersebut yang berlokasi di Indralaya, Ogan llir.

Di lokasi, selain barang bukti, petugas juga turut mengamankan 5 (lima) orang pelaku yaitu AM (pemilik dan distributor barang),Jl (Koki), dan ketiga pekerja berinisial LC,S, dan NS untuk kemudian terhadap semua barang bukti dan para pelaku dibawa ke kantor Beacukai Palembang untuk dilakukan pemeriksaan lebih Ianjut.

Dari 5 lima orang yang diamankan, Beacukai Palembang menetapkan 2 orang tersangka. Terhadap para pelaku dikenakan Sanksi Pidana karena telah melakukan pelanggaran terhadap pasal 50 dan pasal 54 Undang Undang Cukai nomer 39 tahun 2007 yaitu pidana penjara maksimal 5 tahun dan pidana denda paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Adapun perkiraan kerugian Negara bila Miras tersebut diedarkan ke masyarakat. penerimaan cukai yang tidak dibayarkan kurang lebih senilai 200 juta rupiah.

Lalu, dalam kesempatan tersebut Bea Cukai menggelar barang bukti hasil pengungkapan 22 Mei 2019. Dimana, Beacukai Palembang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan Barang Elektronik berupa Handphone dan Laptop yang dibawa melalui Sungai di daerah Tanjung Api Api.

Upaya Penggagalan ini diperoleh berkat adanya informasi tentang adanya pembongkaran barang impor illegal tersebut dan Iangsung bergerak menuju ke lokasi. Setelah tiba di lokasi, tim beacukai Palembang menemukan barang tersebut telah selesai dimuat kedalam dua buah truk untuk dibawa keluar kota (Jakarta dan Karawang).

Kemudian dilakukan pengejaran terhadap dua truk tersebut hingga truk berhenti untuk mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina di Jl Sukarno Hatta yang kemudian lakukan pemeriksaan oleh petugas beacukai Palembang. Dari hasil penggeledahan didapati truk tersebut bemuatan boks boks yang ditutupi dengan karung yang berisi muatan asal lokal seperti jengkol, kemin’ dan ikan asin. Setelah dibawa ke kantor untuk dilakukan pemeriksaan mendalam ditemukan barang bukti berupa Handphone bermerk Xiaomi sebanyak 5.700 pm, Laptop merk Asus dan Lenovo sebanyak 328 pcs, serta Tab bermerk Samsung sebanyak 40 pcs.

Bersama barang bukti tersebut, turut diamankan tersangka sebanyak dua orang WNI. Tersangka dijerat dengan Undang Undang Kepabeanan Nomer 17 tahun 2006 pasal 103 dan 104 dengan ancaman maksimal 8 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

Potensi Kerugian Negara yang timbul atas tidak terpungutnya Beamasuk dan Pajak Dalam Rangka lmpor terhadap barang ini sebesar Rp1,2 miliar, dan terhadap barang bukti beserta tersangka telah dilakukan serah terima kepada Kejaksaan Negeri Palembang. (dav)

LEAVE A REPLY