BBPOM Palembang Sita 20.000 Tahu Berformalin

0
404

RADAR PALEMBANG – Sebanyak 20.000 tahu mengandung formalin berhasil disita Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palembang. Hal ini diungkapkan Kepala BBPOM Palembang, Yosef Dwi Irwan saat menggelar press release terkait penindakan atau operasi penangkapan tahu mengandung formalin. Kegiatan yang diadakan di kantor BBPOM di kawasan Jakabaring ini juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda, Senin (8/3).

“Jadi pukul 4.30 WIB kita bersama  timsus dan Ditres Narkoba Polda Sumsel, serta Pol PP Sumsel  meluncur ke Pasar 7 Ulu. TO ini sudah kita investigasi sekitar dua minggu terkait adanya indikasi penggunaan bahan berbahaya formalin. Setelah kita yakin bahwa tahu tersebut dimana diproduksi, dimana dijual, akhirnya kita lakukan penangkapan,” tuturnya.

Ditambahkan Yosef, saat dilakukan penindakan memang belum sempat ada transaksi. Setelah dilakukan pengujian melalui rapid tes ternyata tahu positif mengandung formalin.

Formalin sendiri, kata dia, merupakan pengawet mayat di mana penggunaan dalam jangka panjang akan berdampak pada kesehatan seperti resiko terkena kanker. “Hal ini tentu saja tidak sejalan dengan tujuan kita apabila masih mengonsumsi pangan-pangan mengandung formalin.

Dilanjutkan dia, dari pasar, pihaknya menuju tempat produksi tahu di Padang Selasah, ternyata di sana ditemukan beberapa sisa tahu termasuk jerigen-jerigen. Setelah diuji semua terindikasikan mengandung  formalin.

“Dengan bukti tersebut kita lakukan pengamanan, dan saat ini sedang kita lakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang ada, tentunya nanti ditetapkan siapa yang jadi tersangka dan bertanggung jawab terkait dengan tindakan yang dilakukan.

Sementara Fitrianti Agustinda menyebutkan, ia mewakili Pemerintah Kota Palembang memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada BBPOM atas kerja keras yang telah dilakukan.

”Berdasarkan informasi yang masuk, mereka melakukan sidak atau tangkap tangan pada pukul 4.30 WIB terhadap pelaku usaha yang sejak lama dicurigai ada indikasi melakukan kecurangan,” ucapnya.

Pihaknya juga memberikan dorongan yang sangat besar terhadap kerja keras BBPOM. Ia berharap hal ini dapat dilakukan bersama-sama antara Pemerintah Kota Palembang, BBPOM, serta teman-teman dari Polda Sumsel.

“Kita ingin Kota Palembang baik pangan, obat, kosmetik benar-benar bebas dari bahan berbahaya,” harapnya.

Berdasarkan informasi yang masuk, lanjut Fitri, ada satu kawasan yang dicurigai memang selalu rutin melakukan kecurangan terkait berbagai jenis makanan khususnya tahu berformalin.

“Ini akan menjadi informasi atau penyelidikan yang akan terus dikembangkan dari Polda tentu saja kami harapkan, dan mudah-mudahan ini dapat menimbulkan efek jera,” tandasnya. (hen)

LEAVE A REPLY