Bawaslu Sumsel: Jangan Coba-coba Politik Uang

0
113
Komisioner Bawaslu Sumsel Junaidi

RADAR PALEMBANG – Bawaslu Sumsel sudah melayangkan surat kepada pasangan calon bupati-wakil bupati maupun tim pemenangan paslon untuk tidak melakukan money politics pada pilkada kabupaten Musi Rawas yang akan berlangsung pada 9 Desember mendatang, hal ini untuk mencegah terjadinya mony politik.

“Aturannya jelas jika terbukti maka akan didiskualifikasi dari pencalon, calon maupun tim pemenangan di Musi Rawas,”kata Komisioner Bawaslu Sumsel Junaidi kepada Radar Palembang, Kemarin (18/11).

Dilanjutkan Junaidi, untuk itu pihaknya telah mengirimkan surat imbau kepada Paslon maupun, surat tersebut sebagai bentuk pencegahan sedini mungkin dari Bawaslu agar mony politik tidak terjadi. “Mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menerima pemberian Mony politik maupun janji, pilih lah calon pemimpin dengan hati nurani,”kata Junaidi.

Jika terbukti melakukan mony politik maka kandidat terancam akan didiskualifikasi dari pencalonan. Karena memilih dengan hari nurani untuk kepentingan masyarakat dan daerah itu sendiri lima tahun kedepan.

Diterangkan Junaidi bahwa mony politik berada dinomor ke 5 dalam kerawanan namun yang justru paling rawan adalah dapat pemilih tetap (DPT). Namun tentu pihaknya berharap pilkada ini secara umum dapat berjalan dengan jujur,adil dan rahasia sehingga menghasilkan pemimpin yang dikehendaki oleh masyarakat.

Salah satu tim pemenangan calon meminta kepada Bawaslu untuk melakukan pengawasan sampai dengan tingkat bawah untuk mencegah terjadinya mony politik. Pada pilkada Musi Rawas dua Paslon akan bersaing untuk merebut hati masyarakat, pasangan umur urut 1 Ratna-Suwarti dan paslon nomor urut 2 H2G-Mulyana. (zar)

 

 

 

 

LEAVE A REPLY