Baryadi : Pemprov Harus Hidupkan Cabor Lain!

0
222

 

RADAR PALEMBANG – Ada komentar menarik yang diungkapkan tokoh olahraga Sumatera Selatan Dr HMC Baryadi terkait dengan polemik Sriwijaya FC hingga ada wacana pemerintah provinsi ingin kembali membeli saham Sriwijaya FC.

Menurut Baryadi, jika memang pemerintah provinsi (pemprov) ingin kembali membeli saham Sriwijaya FC mungkin dirinya merupakan orang yang pertama kali protes atas akan hal tersebut.

“Saya protes karena yang pertama kali membeli dan mendatangkan Sriwijaya FC ke Sumsel adalah Pemprov atas persetujuan DPRD Sumsel, nggak mungkin Pemprov harus membeli untuk kedua kalinya saham SFC. Apalagi dengan harga puluhan miliar seperti ramai yang dibicarakan saat ini ,”ungkapnya.

Memang, sambung Baryadi, Badan Liga Indonesia menginginkan peserta liga Indonesia harus berbadan hukum sehingga didirikanlah PT SOM dimana dalam PT SOM tersebut pemilik saham terbanyak adalah H Muddai Madang sehingga ikut tidaknya kompetisi atau di jualnya saham Sriwijaya FC tergantung pemilik saham terbanyak.

“Namun jika dijual dengan harga puluhan miliar ke Pemprov dengan kondisi Sriwijya FC harus bermain di liga II, saya sarankan pemprov dalam hal ini Gubernur Sumsel bapak H Herman Deru nggak usah pusing-pusing memikirkan Sriwijaya FC lagi, lebih baik fokus memikirkan cabang olahraga (cabor) lain. Kecuali kalau pemilik saham mengembalikan SFC pada Pemprov tanpa syarat apapun,”katanya

Menurut Baryadi, saat ini sudah saatnya pemprov Sumsel dalam hal ini  melalui KONI harus memikirkan untuk menghidupkan cabor-cabor lain dalam upaya melahirkan atlet-atlet Sumsel yang akan berlaga di PON mendatang atau kejuaraan nasional untuk lebih mengharumkan nama Sumsel dikancah nasional maupun internasional.

“Jadi kedepan untuk meraih prestasi Sumsel tidak harus mendatangkan atlet-atlet dari daerah lain untuk membela Sumsel, tapi atlet asli Sumsel hasil binaan KONI Sumsel,”ucap Pria yang dikenal ramah dan memiliki jiwa sosial yang tinggi ini,

Untuk mencetak atlet sepakbola handal, sambung Baryadi, KONI Sumsel bisa kerja bareng dengan PSSI, Diknas dan Dikspora mengagendakan kejuaraan sepakbola Usia 16, 19 dan 23 serta umum. “Kegiatan bisa dilakukan perwilayah selama 1 tahun. Semifinal dan finalnya bisa digelar di Gelora Jakabaring. Ini tentu lebih menggelorakan olahraga sepakbola di Sumsel,”ucapnya. (sep)

LEAVE A REPLY