Bank Mandiri Terima Tebusan Rp 30 M

0
639

 

RADAR PALEMBANG- Pemberlakuan Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty telah dimulai sejak pekan kemarin (18/7/2016). Hingga Rabu (27/7/2016), sudah ada 22 rekening yang tercatat sebagai peserta Tax Amnestydi Bank Mandiri. Dari 22 rekening tersebut, sudah ada uang tebusan masuk sebesar Rp 30 miliar.
Informasi saja, Bank Mandiri merupakan salah satu dari sekian banyak bank yang telah ditunjuk sebagai bank persepsi, penampung dana Tax Amnesty. “Yang sudah lapor ke kita, akumulasi sudah ada, laporan Tax Amnesty ke kita jumlahnya sudah ada 22 rekening per kemarin (Rabu 27/7/2016). Kita tebusannya sekitar Rp 30 miliar, tebusannya sampai saat ini,” ujar Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo saat ditemui di Gedung BEI, Kawasan SCBD, Jakarta, Kamis (28/7/2016).

Pria yang akrab disapa Tiko ini menyebutkan, uang tebusan tersebut dibayarkan oleh wajib pajak perorangan. Meskipun saat ini jumlahnya masih kecil, namun ke depan akan terus meningkat. “Masih kecil, tapi ke depannya akan lebih bagus lah. Ini (22 akun), masih yang wajib pajak perorangan,” kata Tiko.
Tiko mengatakan, pemilik 22 rekening tersebut telah mendeklarasikan harta mereka yang berada di dalam negeri. Bank Mandiri sendiri, hingga saat ini belum membuka deklarasi harta untuk yang berada di luar negeri, ini baru akan diaktifkan minggu depan.

“Campur ada deklarasi dan tebusan. Masih awal, masih jalan. Sementara ini masih domestik. Untuk gateway luar negeri baru kita aktifkan minggu depan. Kalau yang tanya sudah banyak sudah ratusan, tapi untuk lapor dan lain-lain kan butuh waktu ya,” tandasnya.
Sebagai informasi, tarif tebusan tax amnesty bervariasi sesuai dengan kategori yang diikuti wajib pajak. Bagi wajib pajak yang mengikuti program repatriasi atau deklarasi harta di dalam negeri, maka tarif yang berlaku adalah 2% (Periode I mulai 1 Juli-30 September 2016), 3% (Periode II mulai 1 Oktober-31 Desember 2016), 5% (Periode III mulai 1 Januari-31 Maret 2017).

Bagi wajib pajak yang mengikuti program deklarasi harta di luar negeri, maka tarif yang berlaku adalah 4% (Periode I mulai 1 Juli-30 September 2016), 6% (Periode II mulai 1 Oktober-31 Desember 2016), 10% (Periode III mulai 1 Januari-31 Maret 2017).
Bagi Wajib Pajak UMKM deklarasi harta sampai dengan Rp 10 miliar berlaku tarif tebusan 0,5%. Sedangkan bagi wajib pajak UMKM yang deklarasi harta lebih dari Rp 10 miliar berlaku tarif tebusan 2%.(drk/feb)

LEAVE A REPLY