Banjir Es Krim di Gelora Sriwijaya

0
1353
foto :ilustrasi es krim

RADAR PALEMBANG– Acara bagi-bagi es krim Wall’s gratis yang dilakukan PT Unilever Indonesia, membuat heboh. Bukan hanya di Palembang, kegiatan yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia ini, juga membawa keributan di daerah lain seperti Surabaya. Sedikitnya ada 6000 es krim yang dibagikan di Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Minggu (11/5).

Ribuan warga Palembang Minggu pagi (11/5) tumpah ruah memadati Gelora Sriwijaya untuk mengikuti acara yang di gelar PT Unilever Tbk. Acara bertajuk Wall’s Ice  Cream Day, berbagi kebahagian seluruh keluarga Indonesia, dimulai pukul 05.45 – 12.00 Wib. Meski tidak terlalu rusuh, sejumlah pengunjung terlihat terhimpit, malah ada yang pingsan.

Acara diisi dengan serbuan es krim Wall’s  gratis,  serta  pergantian logo baru Wall’s Taste JOY, maupun parade yang melibatkan banyak peserta, seperti komunitas sepeda, masyrakat umum, dan parade penjual es krim Wall’s,  serta hiburan menarik lainya. Kegiatan ini juga dicatatkan dalam rekor Muri sebagai pembagian es krim gratis sebanyak 6,000, dan Palembang menjadi kota dengan pembagain terbanyak nasional. Tampak hadir Asisten II Pemprov Ekonomi Keuangan Ir Ruslan Bahri,  yang juga membuka acara tersebut, dan juga Andrie Kurniarahman, asisten Branch Manager Wall’s PT Unilever Indonesia Tbk.

Wall’s Ice  Cream Day merupakan  sebuah perayaan  hari es krim yang pertama kali  dilakukan secara  serentak di 8 kota besar di Indonesia, Palembang, Jakarta, Medan, Yogyakarta, Surabaya, Bandung, Makassar, serta Banjarmasin.

Dikatakan Andrie, dengan pengalaman lebih dari 80 tahun dalam industri es krim,  Wall’s  telah menjadi brand terpercaya dan dicintai di seluruh dunia, menyajikan  berbagai varian  produk  es krim dalam segala kesempatan untuk seluruh generasi. Selain itu, Wall’S  juga turut meluncurkan identitas terbarunya yakni Taste Joy, menghadirkan misi Wall’s untuk memberi bentuk  kenikmatan di setiap momen kebahagian.

Sampai kini Wall’s hadir dengan 12 ragam  produk, dan lebih dari 60 varian  es krim. Mulai dari  Padle Pop yang berganti tema segar setiap tahun, kenikmatan sejati dari Magnum Infinity, campuran buah dan susu  segar dari Wall’s, Buavita Smoothies, hingga kampanye terbaru Cornetto yang mencerminkan dinamika kehidupan remaja.

Walikota Surabaya Murka

Terpisah,WaliKota Surabaya Tri Rismaharini marah besar, akibat Taman Bungkul dan jalur hijau di sekitarnya rusak gara-gara acara bagi-bagi es krim gratis. Kejadian berawal saat walikota mengikuti kerja bakti di kawasan Tunjungan, diberitahu polisi bahwa Taman Bungkul rusak, Minggu (11/5). Ditemani sejumlah pejabat dan staf, ia langsung meluncur ke lokasi. Saat itu, beberapa panitia acara bagi-bagi es krim gratis masih berada di lokasi.

Risma berkeliling sebentar di lokasi. Kemarahannya tak tertahan begitu mengetahui tanaman-tanaman di jalur hijau ludes. Taman Bungkul yang meraih penghargaan internasional juga rusak di beberapa bagian.

Risma mendatangi panitia ‘Wall’s Ice Cream Day’. “Sudah 10 tahun kami bikin ini. Itu semua uang rakyat. Kamu pikir gampang, lihat itu,” kata Risma di depan panitia ‘Wall’s Ice Cream Day’ dengan nada marah. Saat diberitahu polisi, Risma tak membayangkan seberapa parah kerusakan taman. Setelah tiba di lokasi, raut orang nomor satu di Pemkot Surabaya ini cemberut. Juga, tentu saja, sedih. “Aku gak ngiro separah ini. Dikasih tahu polisi kalau banyak tamannya rusak. Saya langsung ke sini dan kaget bener saya,” ujar Risma.

Risma mengaku tidak meneken izin acara bagi-bagi es krim di Taman Bungkul. Namun panitia menyebut pihaknya sudah mengantongi izin dari DKP dan Polda Jatim. Di sisi lain, DKP mengaku baru menerima surat dan belum mengeluarkan izin. Sedangkan Polda Jatim menyebutkan acara di Taman Bungkul dikeluarkan kepolisian tingkat kota atau Polrestabes Surabaya. Kekacauan izin ini membuat Risma marah.

“Wong acara Tahun Baru kita gunakan di sini tidak ada yang rusak karena ada koordinasi. Sekarang kayak gini. Ya Allah kok iso koyok ngene (bisa seperti ini),” keluh Risma.

Tak hanya marah, Risma akan membawa masalah tersebut ke jalur hukum. Ia telah meminta jajarannya menuntut panitia secara pidana dan perdata. “Tolong komunikasi bidang hukum. Kita tuntut 2 pidana dan perdata. Tolong dua tuntutan. Astaghfirullah. Rusak semua,” ujar Risma sambil mengelus dada.

“Kami siap tapi kami sangat berharap bisa bertemu dulu, audensi untuk menjelaskan permasalahan yang terjadi,” kata Head Coorparate Communication PT Unilever Indonesia, Maria Dewantini Dwianto, Minggu (11/5).

“Karena dalam kegiatan pagi tadi sangat di luar dugaan kami. Animo masyarakat sangat tinggi,” tambah Maria yang tidak menjelaskan kapan pihaknya akan bertemu dengan Risma.

Maria menambahkan PT Unilever meminta maaf kepada Risma dan warga Surabaya terkait ketidaknyamanan dan rusaknya fasilitas umum. Pihaknya akan bertanggung jawab penuh atas kerusakan di Taman Bungkul dan jalur hijau sepanjang Jalan Raya Darmo.

Acara bagi-bagi es krim bertema ‘Wall’s Ice Cream Day’ di Taman Bungkul dihadiri ribuan orang. Tanaman di sepanjang jalur hijau rusak parah. Banyak yang ludes dan layu. Kerusakan serupa juga terjadi di Taman Bungkul. (rd1/dtc)

 

LEAVE A REPLY