Bangun Rute KA Palembang-Jambi

0
2317

 

RADAR PALEMBANG – Transportasi darat dengan moda kereta api (KA) kini digeber pemerintah pusat untuk memperluas akses di wilayah Sumatera. Menteri Perhubungan RI, Ignatius Jonan menyatakan, pembangunan Trans Sumatera Railways dimulai tahun ini.

Palembang-Jambi menjadi salah satu trase KA termasuk dalam rencana itu. Megaproyek sepanjang 2.168 km dari akan menghubungkan hampir semua wilaya provinsi, dari Aceh hingga Lampung, kecuali Babel dan Kepri.

“Pembangunan jalur KA dari Palembang-Jambi merupakan bagian Trans Sumatera Railways yang dicanangkan pusat,” kata Kepala Bidang LLAJ dan Perkeretaapian Dishubkominfo Sumsel, Sudirman, kemarin.

Saat ini pihaknya bersiap membentuk tim pembebasan lahan. Keanggotaan tim akan ditunjuk langsung oleh gubernur. Rencananya, tahun ini akan diselesaikan pembebasan lahan untuk jalur KA tersebut. Tapi belum ada detail titik-titik yang akan dilalui.

“Untuk panjang railway Palembang-Jambi ini diperkirakan sekitar 216 km,” tuturnya. Informasinya, rel ini akan melalui wilayah Ogan Ilir dan Muba. Jika terwujud, rel KA trase baru ini menambah jalur rel lama buatan zaman Belanda yang ada di Sumsel. Seperti Palembang-Tanjung Karang, Palembang-Lubuk Linggau, dan lainnya. Sudirman mengaku belum tahu estimasi pendanaan proyek ini.

Untuk memastikan pembangunan Trans Sumatera Railways, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin akan mengadakan pembicaraan dengan Menhub. “Besok (hari ini), saya akan bertemu Menteri untuk membahasnya,” ucap Alex.

Jalur kereta api Trans Sumatera rencananya menghubungkan beberapa kota lintas provinsi di Pulau Sumatera. Yakni Rantau Prapat – Kota Pinang – Duri – Dumai – Pekanbaru – Rengat – Jambi – Betung – Kertapati – Pekanbaru – Muaro – Muaro Kalaban – Sawah Lunto.

Pembangunan jalur kereta api Trans Sumatera bertujuan untuk mewujudkan peran moda kereta api sebagai angkutan massal. Termasuk juga membantu kelancaran perekonomian yang terintegerasi, baik itu inter dan antar moda di wilayah Sumatera.

Pembangunan jalur KA sepanjang 2.168 kilometer itu akan menelan biaya sekitar Rp65 triliun. Proyek ini ditarget selesai dalam jangka waktu lima tahun ke depan. Januari lalu, lima gubernur, termasuk gubernur Sumsel telaha bertemu dana menggelar rapat koordinasi (rakor) percepatan jalur KA Trans Sumatera.

Untuk diketahui, dari total 1.869 km panjang rel kereta api di Sumnatera, 512 km diantaranya sudah tidak operasional lagi. Itu artinya, hanya ada 1.348 km rel kereta yang masih beroperasi. Saat ini, ada jalur KA yang terputus, yakni dari Rantau Prapat hingga Kertapati. Jalur itulah termasuk yang akan disatukan kembali.

Kebutuhan sarana perkeretapian tersebut akan dipenuhi secara periodik. Mulai tahun ini, ditambah 30 lokomotif dan 285 kereta. Sebanyak 50 lokomotif dan 470 kereta dalam kurun 2016-2020. Sedangkan periode 2021-2025, Kemenhub menargetkan 85 lokomotif dan 815 kereta. Kemudian, periode 2025-2030 sebanyak 145 lokomotif dan 1.435 kereta.(chy/uni/jpnn)

LEAVE A REPLY