Bandit Pecah Kaca Diringkus

0
1039

 

RADAR PALEMBANG – Sindikat bandit pecah kaca mobil berhasil dibekuk Subdit III Unit IV Jatanras Detreskrimum Polda Sumsel, 2 pelaku dari 4 tersangka, Sabtu (27/9). Kedua pelaku tersebut yakni M Ali (30), warga Bagus Kuning kecamatan Plaju dan Benny (35), warga Jalan RE Martadinata, Kecamatan IT II. Keduanya di bekuk dikediaman mereka masing-masing tanpa melakukan perlawanan.

Selain menangkap Ali dan Benny, Polisi juga mengamankan barang bukti berupa empat buah handphone genggam, empat tas sandang, lima buah dompet, tiga buah kalung emas milik pelaku, emapat cincin emas milik pelaku, empat KTP, dua buah busi yang digunakan untuk memecahkan kaca mobil, dan satu unit sepeda motor matic merek Yamaha Xeon nomor polisi BG 4706 AB warna Unggu Milik tersangka Ali.

Penangkapan keduanya berawal adanya laporan korban atas nama Yudi seorang kontraktor yang masuk di Polsek IB I Palembang, dengan adanya laporan tersebut laporan korban di tarik ke Polda Sumsel. Lantaran laporan di tarik ke Polda Sumsel, Subdit III Unit IV Jatanras Dereskrimmum Polda Sumsel langsung melakukan penyelidikan, alhasil anggota berhasil mengamankan Ali di rumahnya, berdasarkan nyanyian Ali anggota pun berhasil mengamankan Benny yang juga diamankan di kediamanya tanpa adanya perlawanan. Sedangkan 2 pelaku lainnya yang berisial Y dan S masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

Ali mengaku jika dalam aksi pencurian tersebut, dirinya hanya mengikuti kehendak Y, apapun yang diperintahkan Y, dirinya langsung melakukannya, setiap melakukan aksinya Ali mendapatkan upah hingga Rp 50 juta.

“Saya tidak tahu, saya cuma diajak Y, dan menuruti apa yang Y perintahkan, Setiap melakukan Aksi, saya mendapat bagian Rp 50 juta,” ujar Ali.

Sementara itu Direktur Keriminal Reserse Kriminal Umum melalui Unit III Subdit IV Jatanras Polda Sumsel Kompol Zainuri membenarkan jika pihaknya berhasil mengamankan dua pelaku pencurian dengan mengunakan modus pecah kaca mobil.

“Keduanya sudah kita amankan dan atas tindak kejahatan yang telah diperbuatnya, keduanya dijerat pasal 363 KUHP. Kita akan mengembangkan kasus ini mencari dua pelaku yang masih buron, dimana salah satunya otak kejadian,” kata Zainuri.

Zainuri juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak meninggalkan harta benda di dalam kendaraan. Jika membawa uang banyak, bisa memakai jasa polisi untuk mengawal membawa uang tersebut

“Tidak ada biaya untuk menggunakan tenaga polisi. Kita siap membantu dan melayani masyarakat yang butuh pengawalan saat membawa uang dalam jumlah besar,”tutupnya.(mil)

LEAVE A REPLY