Bandel, Banyak Toko Masih Jual Mihol

0
1036

 

RADAR PALEMBANG- Larangan penjualan minuman alkohol (Mihol) mulai berlaku kemarin. Untuk memastikan tidak ada lagi pedagang nakal yang masih menjajakan minuman terlarang ini. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan melakukan sosialisasi terakhir terkait larangan tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan Permana mengatakan hari ini adalah sosialisasi terakhir terkait larangan minuman beralkohol, namun jika besok masih ada penjual yang menjajahkan minuman beralkohol maka akan diberikan peringatan sampai tiga kali.

” Jika peringatan ke tiga masih tidak di dengarkan, maka kita akan berikan sangsi yaitu penutupan usaha tersebut,” tegasnya Kamis (16/4).

Dari 7 sasaran penjualan minuman tersebut. Tenyata di titik ke enam yang berada di jalan may salim batu bara yaitu toko subur masih menjual minuman beralkohol seperti Anker yang kadar alkoholnya di atas 5 persen, dan guess yang berkadar dibawah 5 persen.

Setelah di temukan barang bukti tersebut, Permana langsung memberikan peringatan dan meminta pemilik tokoh tersebut memusnahkannya. “Pokoknya jika minuman tersebut masih mengandung alkohol walaupun kadarnya sedikit maka itu di larang di jual kecuali memiliki izin,” tuturnya.

Minuman beralkohol itu dilarang karena sudah 18 ribu orang meninggal akibat minuman terlarang ini, untuk sumsel sendiri mencapai 2 ribu orang meninggal.

Dia mengatakan penjualan minuman beralkohol boleh di lakukan di Hotel berbintang tiga, bintang 4, dan bintang lima. Selain di Hotel, Supermarket dan tempat karoke keluarga yang telah memiliki izinpun boleh menjualnya.

” Namun minuman beralkohol tersebut tidak boleh di pajang. Keluarkan jika ada wisatawan yang ingin memesannya saja,” terangnya.

Untuk mengawasi apakah masih ada penjual eceran dan pedagang nakal yang masih menjajakan mihol tersebut, pihaknya telah membentuk 13 tim penyidik untuk mengawasi pedagang nakal.

“Kami memiliki tim yang sedikit maka dari itu kami membutuhkan bantuan dari masyarakat untuk memberikan informasi pada kami jika mengetahui tempat yang masih menjual mihol,” cetusnya.

Tak hanya itu, pihaknya akan terus melakukan pengawasan terkait larangan penjual mihol ini, bahkan, untuk menyambut bulan ramadhan mendatang pengawasan yang lebih ketat akan terus dia lakukan.

” Untuk menyambut bulan ramadahan pengawasan ketat akan kita lakukan, kita juga akan mengawasi produk-produk yang sudah habis masa berlakunya,” tegasnya.

Sementara itu Gubernur Sumatera Selatan Alex Nordin mengatakan razia itu memang benar dilakukan di Minimart dan toko-toko, apalagi minuman yang oplosan sering mengakibatkan korban jiwa.

Sementara itu,  Kepala Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Kabupaten Lahat, Fikriansyah mengatakan, berdasarkan surat Peraturan Kementerian Perdagangan (Permendag) RI No 6/M-DAG/PER/4/2015, terhitung 16 April seluruh jenis minuman beralkohol (mikol) dilarang peredarannya. Apabila tak diindahkan maka ijin akan ditinjau kembali.

“Hal itu sudah sangat jelas sekali, 16 April merupakan batas waktu yang diberikan Pemerintah Pusat (PP) ditujukan kepada Minimarket, Toko Grosir maupun took klontong yang menjual mikol agar tidak diedarkan lagi ditengah-tengah masyarakat,”ujarnya.

Dijelaskannya, Disperindag Kabupaten Lahat telah melayangkan atau mengedarkan surat pemberitahuan kepada masing-masing minimarket maupun tokok grosir termasuk klontong. Bahkan Disperindag akan berkoordinasi dengan BPPT dan PMD (Badan Pelayanan Perijinan Terpadu dan Penanaman Modal Daerah) serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) dalam menjalankan penertiban.

“Untuk penertiban mikol yang masih terdapat di minimarket maupun toko grosir, pihaknya akan bekerjasama dengan instansi terkait, sehingga ketentuan dari pemerintah pusat betul-betul dijalankan secara optimal,”imbuhnya.

Sementara itu, Kepala BPPT dan PMD Kabupaten Lahat Elfa Edison mengungkapkan, pihaknya tinggal menunggu dari instansi terkait, dalam meninjau ijin dari minimarket dan toko grosir.

“Memang sudah ada surat edaran dari Permendag tentang larangan menjual mikol ditengah-tengah masyarakat, sehingga tidak merusak generasi penerus bangsa dalam melaksanakan penertiban maupun mempertimbangkan ijin,”pungkasnya.(spt/man)

 

LEAVE A REPLY