BADKO HMI Kembali Gelar Diskusi Secara Virtual, Sepakat Tolak RUU HIP

0
187
Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Bagian Selatan (BADKO HMI Sumbagsel) saat menggelar diskusi melalui meeting zoom

RADAR PALEMBANG – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Bagian Selatan (BADKO HMI Sumbagsel) kembali  menggelar diskusi melalui meeting  zoom, kali ini mengangkat tema Pancasila dan semangat kebangsaan dalam nuansa Indonesia rumah kita yang berlangsung pada Jumat (26/6) malam.

Beni Pramula Presiden Asian African Youth Goverment 2015-2020 mengatakan,Bung Karno telah menegaskan Bahwa Indonesia adalah Negara Satu untuk semua dan semua untuk satu dalam bingkai Pancasila. dilanjutkan dia, RUU HIP secara pribadi dirinya sangat menolak dan meminta Parlemen DPR RI untuk mencabut pembahasan RUU HIP karena masih banyak persoalan yang lebih penting dihadapi oleh negara saat ini.

“Salah satunya penggunaan anggaran covid 19 yang sangat fantastis nilainya, bagaiamana anggaran ini tepat sasaran, karena Anggaran ini rawan terjadinya penyelewengan,”ujarnya.

Beni memprediksikan akan ada arus besar yang akan turun kejalan jika RUU HIP tetap disahkan oleh Pemerintah dan DPR RI, karena menurutnya RUU HIP itu sama saja membongkar dan tidak mengapresiasi konsesus atau kesepakatan tokoh-tokoh bangsa terdahulu.

Sementara itu, R. Saddam Al-Jihad Penulis Buku Pancasila Ideologi Dunia menyampaikan kalau Pancasila akan di buatkan Undang-undang khusus untuk mengatur pancasila maka ini ada misi terselubung kelompok tertentu untuk mengucilkan Pancasila itu sendiri.

“Dua bulan yang lalu saya sudah pernah diskusi dengan tokoh bangsa akan prediksi suatu saat akan ada gangguan terhadap Pancasila, bahkan pada saat saya ke Cina dalam kunjungan kerja saya saat masih menjadi Ketua Umum PB HMI ada tokoh di Cina mengatakan apakah Indonesia sudah siap hidup dengan ideologi komunis, tentu ini menjadi pikiran saya, sehingga prediksi kita dua bulan lalu itu benar-benar terjadi hari ini kita ribut dengan topik Pancasila dalam ruang RUU HIP” jelas Saddam.

Saddam melanjutkan, Jika memang RUU HIP dibubarkan maka Indonesia akan bubar, semua pondasi yang dibangun tokoh bangsa terdahulu akan rapuh bahkan hancur.

“Jangan sampai Pemerintah dan DPR RI sangat ngotot dengan RUU HIP ini, itu jelas menciderai Pancasila. Banyak PR Bangsa ini yang harus di selesaikan DPR RI dan Pemerintah selesaikan, kalau semua terfokus ke RUU HIP maka sangat terkesan Pemerintah dan DPR RI tidak mengamalkan Nilai-nilai luhur dalam Pancasila,”ujarnya.

Akademisi UIN Raden Fatah Palembang Dr. Muhammad Sadi Is SH MH juga menjelaskan bahwa sepertinya ada misi Pemerintah untuk memasukan kembali ide ekasila, Trisila yang disusun oleh Soekarno.

Acara Webinar Badko HMI Sumbagsel dihadiri sebanyak 119 partisipasi dari berbagai lapisan pemuda, mahasiswa dan masyarakat bahkan ada yang dari mahasiswa Sudan dan Mahasiswa Nusa Tenggara Timur atau Indonesia Timur.(zar) 

 

LEAVE A REPLY