Ayo Duduk Bareng

0
761

 

+ Polemik Sriwijaya FC

 

RADAR PALEMBANG – H Much Bariyadi salah satu pemilik saham optimistis Sriwijaya FC bertahan di Sriwijaya Fc.  Sekalipun sempat beredar kabar klub berjuluk Laskar Uwong Kito bakal “dijual”  ke Investor.

“Tidak, sampai sekarang belum ada pembahasan kepastian soal investor di manajemen atau PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM).  Saya belum pernah diajak rapat soal investor tersebut,”kata Baryadi.

Artinya skuad yang berhome base di Jakabaring tersebut kemungkinan besar tidak akan pindah dan tetap bermarkas di  Palembang.  “Maka kita harapkan pada pemerintah daerah (Pemda)  atau gubernur yang baru nanti,  bapak H Herman Deru bisa memanggil manajemen untuk duduk bareng.  Sriwijaya FC ini milik siapa,” kata pengusaha yang dikenal ramah dan memiliki jiwa tinggi ini.

Lanjut Baryadi,  berdasarkan sejarah memang milik pemda Sumsel.  Saat itu Pemda Sumsel take over Persijatim Solo FC.  Setelah sampai di Palembang Persijatim berubah nama jadi Sriwijaya FC “Sejarah buktinya masih ada  pengeluaran uang Pemda Sumsel Rp 6 miliar dibayar 2 kali.  Pertama Rp 2 miliar saat take over, dan sisanya  Rp 4 miliar tahun berikutnya (2005),”katanya.

“Pemain sehabis pertandingan di Rawa Mangun saya bawa ke hotel Marcopolo Jakarta.  Hanya ada beberapa pemain yang mau pindah ke Palembang.   Salah satunya Ferry Rutin Sulu.  Saya masih Asisten Maneger,  manajernya Pak Amalsyah Tarmizi.  Pertama masih dibiayai APBD Sumsel.  Habis itu 2007-2008 langsung disetop dan tidak ada uang dari APBD.  Saat itu,  berubah yang mengikuti kompetisi harus berbadan hukum.  Saya bentuk dengan Pak Syahrial Oesman,  PT SOM, “katanya.

Ditambahkannya,  musim kedua lepas dari APBD sempat berdarah darah  karena klub kebanggaan wong Sumsel harus berlaga di Liga Champions Asia (LCA). ” Kurang lebih empat bulan saya sendiri mobat mabit (Mondar mandir, red) cari gaji pemain dan karyawan. Saya kelola tiket untuk tambahan.  Saat itu gaji satu bulan Rp 900 juta,” terangnya. (sep)

LEAVE A REPLY