Awasi Anggaran Dengan Android

0
482
Jaya Raya Solution : Pegawai Jayaraya Solution sedang memperlihatkan Android advan. kini Jayaraya Solution selain menawarkan aneka jenis elektronik juga menawarkan aneka mebel dan seluler.

 

**Pemprov Terapkan E-Sumsel

RADAR PALEMBANG, Ada terobosan anyar dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Nantinya, seluruh struktur anggaran SKPD serta realisasinya dapat langsung dilihat di dalam sistem dan diawasi langsung oleh masyarakat dengan menggunakan android.

Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sumsel tengah merancang sistem perencanaan, penganggaran dan pelaporan keuangan yang terintegrasi. Dengan sistem yang dinamakan e-Sumsel tersebut, nantinya juga memungkinkan seluruh masyarakat untuk mengakses program kerja serta kegiatan yang dilaksanakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Kepala BPKAD Sumsel, Muchlis menjelaskan, sistem tersebut dikembangkan oleh tim IT dari BPKAD Sumsel. Nantinya, mulai dari pendapatan hingga belanja tersaji dalam program tersebut. “Berikut juga targetnya, sehingga realisasi penerimaan anggaran dan serapannya bisa diawasi hanya melalui android saja,” kata Muchlis, Kamis (11/10).
Dijelaskannya, sistem dibuat dengan menerapkan standar satuan harga (SSH) dan analisa standar biaya. Termasuk satuan harga ke-PU-an. Sehingga, jika SKPD memiliki program tinggal memasukkan item pekerjaan serta volumenya saja. Seluruh harga nantinya langsung ditentukan secara otomatis oleh sistem.
“Misal satu SKPD ingin mengeluarkan anggaran belanja ATK. Tinggal dimasukkan saja, pena butuhnya berapa selama setahun, kertas dan sebagainya. Secara otomatis, sistem akan langsung menghitung serta menetapkan jumlah dana yang harus dianggarkan. Begitu juga jika penganggaran jalan dan jembatan. Tinggal masukkan RABnya saja dan langsung ditentukan nilainya,” katanya.
Begitupun untuk anggaran perjalanan dinas, program bimbingan teknis dan beberapa program lainnya. “Semuanya sudah ada ketentuan harganya. Satuan harga ini sudah melalui proses survey oleh Biro Umum,” katanya.
Sistem yang baru ini, diklaim Muchlis lebih efisien jika dibandingkan dengan aplikasi e-Planning dan e-Simda yang selama ini digunakan SKPD. Menurutnya, aplikasi yang lama hanya mengentry usulan dan perencanaan yang sudah dibuat. Sementara untuk e Sumsel, riwayat data anggarannya dilakukan dari nol. Sehingga, anggarannya tidak akan kelebihan ataupun kekurangan. “Melalui sistem ini juga, pekerjaan penyusunan anggaran menjadi lebih mudah dan gampang,” katanya.
Muchlis menjelaskan, nantinya penerapan e-Sumsel baru efektif dilaksanakan di tahun anggaran 2020. “Untuk 2019 ini, data yang ada akan mulai dimigrasikan. Benar-benar efektif berjalan kemungkinan di 2020 mendatang,” katanya.
Masih kata Muchlis, pembuatan sistem tersebut merupakan tindak lanjut dari Bimbingan Teknis (Bimtek) yang dilaksanakan bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu yang lalu. “Peluang untuk memainkan anggaran oleh oknum bisa diperkecil. Selain itu, Sumsel juga ingin menyusul Sumatera Utara dan Jakarta yang telah terlebih dahulu melaksanakan sistem e Budgetting,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Sumsel, H Herman Deru mengatakan ingin memulai pemerintahan dengan keterbukaan. “Baik dari kami selaku pemerintah akan bekerja secara transparan. Begitu juga masyarakat. Hendaknya melaporkan segala sesuatunya dengan cara yang terbuka dan transparan. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” katanya.(tma)

 

LEAVE A REPLY