Audi: Bisnis Pembiayaan Kembali Jalan

0
547
Audi Pramadita Putra, Business Unit Head Regional Sumbagsel, WOM Finance (kiri) didamping Kacab Palembang, Kesuma Iwari (tengah) saat menyapa nasabah di kantor jalan Angkatan 45.

RADAR PALEMBANG – Pasca tidak diperpanjangnya Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB, aktivitas ekonomi warga perlahan kembali dimulai. Hal ini disambut positif industri pembiayaan.

Seperti yang diungkapkan Audi Pramadita Putra, Business Unit Head Regional Sumbagsel, Rabu (24/6). “Sekarang sudah new normal, banyak bidang (sektor usaha,read) masih recovery (pemulihan,read),”jelas dia.

Sebelumnya, kata Audi, banyak mall tutup, pertokoan tutup, orang mau beli makanan saja take away tapi sekarang mulai berangsur pulih, karena menuju new normal.

Bisnis pembiayaan sendiri, lanjut dia, baru berjalan dengan tetap menyikapi prinsip kehati-hatian, sejauh ini masih ada pembiayaan baik untuk motor baru dan bekas termasuk sektor multiguna.

Ia menambahkan, prinsipnya kehati-hatian dijalankan, kita punya risk quality, pokoknya pelan-pelan tapi pasti.

Sejalan dengan beroperasinya sektor ekonomi secara bertahap mulai Juni ini, WOM Finance Regional Sumbagsel optimistis bisnis pembiayaan bisa pulih bertahan hingga akhir tahun.  “Pada Desember diharapkan bisnis bisa pulih mencapai 50% dari kondisi normal,”jelas Audi kepada Radar Palembang.

Meskipun begitu, di tengah ketidakpastian saat ini, WOM Finance Regional Sumbagsel tetap berhati-hati guna menjaga kualitas pembiayaan, sehingga rasio pembiayaan bermasalah bisa dijaga.

WOM Finance khususnya Sumbagsel terus berupaya agar kinerjanya tetap stabil dan terjaga, berbagai langkah telah dilakukan antara lain meningkatkan efisiensi dan efektifitas operasional di setiap cabang dengan menerapkan Strategic Cost Management Program secara berkelanjutan.

Lalu juga, kata dia, memperkuat fundamental dan infrastruktur IT melalui Core System yang baru serta meningkatkan produktifitas dan kualitas tenaga pemasaran dan penagihan.

Sampai dengan akhir Mei 2020, WOM Finance Regional Sumbagsel mencatatkan jumlah restrukturisasi kredit konsumen yang terimbas Covid-19 mencapai 5.586 atau sebesar Rp 95,5 miliar.

Dari pengajuan yang masuk, restrukturisasi yang di setujui sebesar 3.528 konsumen dengan jumlah Rp 65,9 miliar. Sedangkan yang sedang on process ada 1.511 konsumen dengan jumlah mencapai Rp 22,9 miliar.

Diperkirakan pengajuan restrukturisasi kredit di WOM Finance akan bertambah akibat penyebaran corona yang masih belum berhenti. Khususnya bagi konsumen yang terkendala dalam menjalankan kewajibannya.

Secara umum, restrukturisasi tidak secara otomotis bisa diberikan karena harus diajukan lebih dulu oleh debitur, yang kemudian dilakukan analisa dan verifikasi.

Selain program restrukturisasi pembiayaan, sebagai wujud kepedulian WOM Finance terhadap sesama ditengah pandemik Covid-19 ini, WOM Finance Regional Sumbagsel telah menyelenggarakan serangkaian program Corporate Sosial Responsibility (CSR) berupa penyaluran paket sembako secara berkala sejak bulan April 2020. (dav)

LEAVE A REPLY