Asap Bikin Maskapai Merugi

0
540
Aktivitas pesawat di Bandara Sultan Mahmud Badarudin II Palembang yang terganggu karena asap tebal. Imbas dari terganggunya penerbangan ini membuat maskapai merugi

RADAR PALEMBANG – Sejumlah maskapai penerbangan harus menderita kerugian karena kabupt asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di beberapa kabupaten di Sumsel. Meski belum ada data rinci mengenai besaran kerugian, namun kerugian yang paling parah adalah kacaunya jadwal penerbangan.

General Manager PT Garuda Indonesia Branch Office Palembang Wahyudi Kresna mengatakan, akibat kabut asap pekat ini Garuda mengalami banyak hambatan khususnya untuk penerbangan pagi, setidaknya setiap hari tiga penerbangan Garuda Indonesia mengalami pemoloran jadwal.

“Sejauh ini setidaknya tga penerbangan terganggu setiap hari. Kondisi ini sudah terjadi hmpir 10 hari terakhir. Akibatnya kita harus mengeluarkan cost yang lebih besar, baik untuk aftur, sewa bandara dan biaya operasional lainnya,” kata Wahyudi kepada Radar Palembang Senin (23/9).

Menurutnya, sejauh ini pengaruh kabut asap baru sebatas delay, atau keterlmbatan jadwal kedatangan dan keberangkatan belum sampai ke pembatalan penerbangan. Namun meski demikian, jika kondisi kabut asap kian parah bukan dtidak mungkin akan ada pembatalan, sebab hal tersebut dilakukan demi keselamatan penumpang.

“Jika jarak pandang sudah diluar batas aman untuk melakukan penerbangan tentu sulit untuk dipaksakan terbang. Jika ini terjadi bukan saja kami sebagai maskapai yang mengalami kerugian namun penumpang juga,” jelasnya.

Namun untuk kerugian secara materi, Wahyudi mengaku belum ada perincian secara pasti, sebab perhitungan kerugian dilakukan dikantor pusat, sebab untuk satu pesawat itu oprasionalnya bukan saja di Banadar Palembang, namun keliling diberbagai rute.

“Yang paling kelihatan adalah kerugian operasional sebab akibat gangguan kabut asap biaya oprasional kami membengkak, sebab jika delay penerbangan lebih dari 2 jam kami harus memberikan kompensasi makanan kepada penumpang kami,” terangnya.

Sementara, General Manager Airnav Indonesia Cabang Palembang, Ari Soebandrio, mengatakan 14 penerbangan itu terdiri dari 8 penerbangan datang dan 6 penerbangan berangkat. “Kondisi kabut asap yang pekat saat ini memang lebih buruk dibanding beberapa hari belakangan. Akibatnya jarak pandang pun rendah dan berdampak pada aktivitas penerbangan di bandara SMB II Palembang. “Delay yang hari ini memang agak lama dibanding sebelumnya di mana sekitar 30 menit sampai 1 jam. Jarak pandang kita sangat rendah,” katanya.

Ari mengatakan pihaknya selalu menginformasikan jarak pandang kepada maskapai berdasarkan update info Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang diterima Airnav setiap 30 menit. Bahkan BMKG mengupdate info bisa dalam kurun tiap 20 menit hingga 10 menit.

Ia menjelaskan setelah menyampaikan informasi jarak pandang kepada maskapai, pihak maskapai menyesuaikan operasional penerbangan dan kedatangan. Diketahui jarak pandang normal untuk maskapai melakukan lepas landas ataupun mendarat adalah 800 meter namun jarak pandang saat kabut asap bisa mencapai titik terendah hingga 300 meter.

Ari mengemukakan kabut asap yang terjadi akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belakangan ini memang menganggu pelayan navigasi penerbangan. “Penerbangan terdelay menyesuaikan dengan jarak pandang, apabila jarak pandang sudah penuhi persyaratan maka bisa mendarat atau terbang, kami berupaya memastikan penerbangan aman,” ujarnya.

Adapun 14 penerbangan yang delay, seperti rute kedatangan Pangkal Pinang, Batam, Kuala Lumpur, Pekan Baru dan Jakarta. Selain itu ada pula rute berangkat ke Jakarta, Bengkulu, Pangkal Pinang dan Batam yang tertunda hari ini.

Ada pula maskapai Air Asia rute Kuala Lumpur–Palembang yang seharusnya mendarat pukul 09.00 menjadi pukul 10.33 WIB setelah holding (berputar) di langit Palembang dan dialihkan ke Johor Baru. “Pesawat Air Asia dari Kuala Lumpur sempat berputar-putar diatas Bandara SMB II Palembang sekitar 18 menit. Karena tidak bisa mendarat dan akhirnya kembali ke Bandara Johor Baru. Lalu saat jarak pandang sudah membaik, barulah pesawat itu kembali terbang ke Bandara SMB II dan landing pukul 10.33 WIB,” tandasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Sumsel, Syaiful Padu mengatakan, pemerintah pusat untuk mengucurkan dana ke Sumsel untuk menanggulangi karhutla yang terjadi. “Jangan hanya pasrah meski bencana alam, namun pemerintah pusat serius untuk membantu penanggulangan karhutla,”kata Syaiful.

Selain itu, selama karhutla ini begitu besar dampaknya termasuk sekolah sudah diliburkan dan masyarakat yang terkena ispa. “Kami melihat belum ada anggaran yang dikucurkan untuk menuntaskan karhutla ini,” ujar dia. Oleh karena itu karhutla ini sebagai bencana alam sehingga antara pusat dan daerah sama-sama melakukan penanggulangan ini secepatnya.(iam/zar)

 

LEAVE A REPLY