Aryaduta Palembang Buka Awal Agustus Mendatang

0
199

RADAR PALEMBANG – Hotel Aryaduta Palembang akan buka kembali setelah tutup sejak 10 April lalu terdampak pandemi Covid-19. Hal ini dikatakan oleh General Manager Aryaduta Palembang, Rendy Prapanca pada saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Rabu (8/7).

”Alhamdulillah, setelah melalui beberapa pertimbangan dan melakukan persiapan yang matang, kita benar-benar mantab untuk buka kembali tanggal 1 Agustus mendatang,” tuturnya.

Rendy menegaskan, pada saat buka nanti protokol kesehatan adalah hal yang menjadi prioritas utama, seperti karyawan yang akan dipekerjakan kembali harus melalui proses medical check up termasuk rapid test.

Selain itu, sambungnya, protokol kesehatan juga diterapkan di semua aspek dan area, mulai dari area masuk karyawan, ruang kerja, ruang makan karyawan, locker karyawan pintu masuk hotel, lobby, front office, hingga kamar hotel, termasuk fasilitas untuk tamu hotel seperti gym, restaurant, dan swimming pool.

“Protokol kesehatan yang kita lakukan mengikuti anjuran dari pemerintah pusat, pemerintah kota, guidance dari PHRI untuk operasional hotel, dan sesuai dengan standar WHO,” ujarnya.

Untuk re-opening nanti, lanjutnya, Aryaduta akan mempersiapkan harga promo untuk tamu yang datang menginap. Pihaknya juga akan memberikan harga competitif sesuai dengan harga yang ada di Palembang. “Untuk saat ini, kita belum bisa menjual dengan harga sebelum pandemi,” terangnya.

Sukses sebagai hotel penyelenggara wedding di Palembang, Aryaduta tetap akan memberlakukan harga yang sama untuk paket wedding, selain itu, untuk restaurant all day dining dan room service tetap akan dibuka.

Sementara Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel, Herlan Asfiudin, ketika dihubungi secara terpisah menyambut baik Hotel Aryaduta Palembang akan dibuka kembali.

“Alhamdulillah, satu lagi hotel akan buka. Walaupun menurut permintaan pasar belum cukup tinggi, tapi secara bertahap hotel sudah banyak yang beroperasi,” ungkapnya Herlan menegaskan, hotel harus dibuka semua agar masyarakat menjadi yakin bahwa hotel sudah siap. Langkah ini bisa membuat okupansi meningkat.

“Alhamdulillah, selama dua minggu ini terjadi peningkatan okupansi rata-rata. Ada hotel yang sudah 60 persen ke atas, tapi secara city occupancy berkisar 15 hingga 20 persen,” ucapnya. Pria biasa disapa babe ini juga mengimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah baik untuk karyawan maupun tamu hotel. (hen)

LEAVE A REPLY