Artis Ibukota Nyaleg DPRD Sumsel

0
210

 

RADAR PALEMBANG, – Persaingan kursi DPRD Sumsel pada pileg 17 April mendatang makin sengit dan keras. Bukan hanya politisi, pengusaha saja yang merebut keberuntungan namun juga dari kalangan artis, salah satunya artis ibukota Ricky Perdana yang mencalonkan diri sebagai calon legislatif (Caleg) DPRD Sumsel 1 dari partai Demokrat.

“Jadi saya bukan cuma ikut-ikutan saja. Saya serius. Bahkan istri saya, saya boyong ke Palembang. Kami pindah ke Palembang, surat menyurat sedang di proses, KTP saya Palembang,”kata  Ricky Perdana, Selasa (8/1).

Presenter acara Tombo Ati di stasiun RTV ini menceritakan, awal mula terjun ke dunia politik karena kerap mengisi acara kampanye Ketua DPD Demokrat Sumsel yang kala itu mencalonkan sebagai calon gubernur Sumsel.

Singkat cerita, Ricky yang tengah menjalani ibadah umroh mendapat informasi ‘pinangan’ partai Demokrat untuk mencalonkan diri sebagai caleg.  “Saat umroh saya mendapat kabar melalui Kakanda Kemas Khairul Mukhlis bahwa partai Demokrat meminang. Dan selanjutnya saya bertemu dengan pak Ishak Mekki, beliau menyatakan siap mensupport,” ujar Ricky.

Setelah resmi terdaftar di Daftar Caleg Tetap (DCT) Ricky mengaku terus melakukan sosialisasi terjun ke masyarakat untuk menyerap aspirasi. Tak hanya itu, tim pemenangan Ricky Perdana juga telah membentuk posko kemenangan di dua tempat yaitu di kawasan Tangga Buntung dan Dwikora.

Ditambahkannya, motivasi pencalonannya sebagai caleg DPRD Sumsel beberapa diantaranya untuk mendorong pemerataan pembangunan di kawasan Seberang Hilir dan Hulu Palembang.

Diakuinya, kemajuan kota Palembang semakin pesat. Bahkan kota Palembang merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia. Namun, dari sisi prilaku dan sikap sebagai warga kota Palembang perlu waktu. Misalnya, masih ada masyarakat yang belum peduli dengan kebersihan saat menumpang Light Rail Transit (LRT).

Untuk itu, dia berupaya untuk mengembalikan kota Palembang yang semula dikenal sebagai kota BARI yaitu bersih aman, rapi dan indah melalui kursi legislatif. “Kenapa tidak di ekskutif, karena saya akan belajar dulu di legislatif ini. Palembang ini merupakan tempat saya dilahirkan, disinilah saya akan memulai belajar,”ungkap dia.

Meski memiliki popularitas yang tinggi ditengah masyarakat namun dirinya juga secara gencar melakukan sosialisasi. Diantaranya ia membidik suara kaum muslimin dan kaum perempuan.”Karan ibu-ibu biasanya memiliki komitmen yang tinggi dalam menentukan pilihan begitu juga kaum milenial sangat tinggi angkanya di Palembang,”ujar dia. (zar)

LEAVE A REPLY