APINDO Apresiasi Bantuan Pemerintah 

0
95
Ketua Apindo Sumsel Sumarjono Saragih

RADAR PALEMBANG – Banyaknya jenis bantuan yang dikucurkan oleh pemerintah untuk membantu masyarakat yang kesulitan di saat pandemik Covid19 mendapat apresiasi dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sumsel.

Beberapa jenis bantuan terkait pemulihan ekonomi atas efek dari pandemik Covid19, seperti bantuan langsung tunai, bantuan prakerja, bantuan restrukturisasi kredit bagi debitur terdampak Covid19, bantuan sembako dari Pemda dan swasta, bantuan bagi perusahaan dalam hal ini bagi lembaga keuangan atas keringanan bisnisnya dan lainnya.

Hal ini diungkapkan langsung Ketua APINDO Sumsel, Sumarjono Saragih. “Tahun 2020 tentunya menjadi tahun yang banyak sekali tantanganya. Pihaknya berharap semua elemen yang terlibat dalam pemulihan ekonomi harus saling mendukung,”jelas dia.

Untuk itu, APINDO, kata Jon (Sapaan akrab Sumarjono Saragih,read), pemerintah dan stakeholder sudah banyak melakukan upaya pemulihan ekonomi, termasuk bantuan di tengah pandemi, maupun subsidi gaji kepada masyakar yang terdampak.

Ia menambahkan, kami harus akui bahwa semua pihak saat ini sudah berjuang dan melakukan langkah terbaik. “Setiap pihak harus mengambil peran dan inisiatif itu, semua harus optimis walau tidak mudah.”

Pihaknya berharap agar, semua lini bersinergi dan menjadi tanggung jawab bersama. Apindo tentunya sangat fokus dalam menjalankan ketentuan dan aturan yang berlaku.

Pengusaha inginkan optimisme dengan transformasi yang berkelanjutan semua pihak. Jon mengatakan, Sumatera Selatan harus membangun optimisme dengan transformasi yang berkelanjutan.

Sehingga diperlukan kepemimpinan dengan visi, aksi yang transformatif dan menerobos. “Mengharapkan hasil yang berbeda dengan tindakan yang sama adalah kegilaan,” katanya.

Meski demikian, dirinya sedikit mengungkapkan atas kebijakan yang diambil belum lama ini. Salah satunya, menaikan Upah Minimun, tentu akan sangat memberatkan bagi pengusaha ditengah kondisi perekonomian belum pulih seperti sebelumnya. “Menaikan upah minimum disaat situasi sulit menjadi salah satu tantangan yang cukup berat bagi pelaku usaha, apalagi semua sektor usaha mengalami masa sulit akibat pandemi COVID-19,” katanya.

Namun, dirinya setuju akan ada penyesuaian terhadap upah minimum tersebut terhadap kemampuan perusahaan masing-masing. Tidak ada pemaksaan atas pembayaran upah minimun.  (dav)

LEAVE A REPLY