APBD OKUT Naik 8,44 Persen

0
682

RADAR PALEMBANG- Kebijakan umum APBD 2015 yang telah ditetapkan dengan pendapatan daerah sebesar Rp 1.239.701.631.586 akan mengalami perubahan menjadi Rp 1.344.367.675.383,00 yang meningkat sebesar Rp 104.666.043.797 atau naik sebesar 8,44 persen. Peningkatan terjadi karena perubahan kebijakan pemerintah atas alokasi dana perimbangan khususnya dana bagi hasil bukan pajak dan alokasi dana bantuan keuangan.

Demikian diungkapkan Penjabat Bupati OKU Timur, Richard Chahyadi AP MSi pada Pengantar Perubahan APBD Tahun Anggaran 2015 dalam Rapat Paripurna DPRD OKU Timur kemarin (29/9).

Menurut Richard, peningkatan belanja daerah yang diakibatkan oleh berbagai kebijakan harus dilaksanakan oleh pemerintah daerah dalam melaksanakan pembangunan, baik yang telah direncanakan sebelumnya maupun insidentil.

“Kebijakan umum APBD Tahun Anggaran 2015 yang telah disepakati bersama melalui nota kesepakatan bersama Nomor 07/Kepber/III/2014 yang merupakan formulasi sasaran yang akan dicapai satu tahun kedepan, dan telah disepakati perubahannya sebagai bahan penyusunan Raperda tentang perubahan APBD Tahun Anggaran. Dalam pelaksanaannya, APBD Tahun Anggaran 2015 hingga pertengahan tahun 2015 telah terjadi perubahan asumsi pada kebijakan umum APBD Tahun Anggaran 2015,” ujarnya.

Dikatakan Richard, untuk pembiayaan daerah, dari sisi penerimaan pembiayaan ditetapkan sebesar Rp 54.886.872.235,00 sesuai dengan Perda nomor 08 tahun 2014, tentang APBD OKU Timur tahun 2015, namun demikian menurut perhitungan APBD dan hasil dari pemeriksaan BPK terdapat perubahan terhadap asumsi penerimaan pembiayaan menjadi sebesar Rp 96.200.231.157,41 yang mengalami kenaikan sebesar Rp 41.313.358.922,41 atau naik 75,27 persen.

Kemudian dari pendapatan, secara kumulatif pendapatan mengalami penambahan sebesar Rp 104.666.043.797 yang terdiri dari PAD sebesar Rp 53.257.963.600 yang tidak mengalami perubahan, dana perimbangan semula sebesar Rp 947.419.159.886 setelah perubahan menjadi sebesar Rp 990.492.099.834. Lain-lain pendapatan yang sah semula sebesar Rp 239.024.508.100 setelah perubahan menjadi Rp 300.617.611.949.

Selain itu, pada perubahan APBD Tahun 2015 diperkirakan kenaikan belanja daerah sebesar Rp 140.825.336.210. “Penambahan tersebut digunakan untuk membiayai belanja tidak langsung sebesar Rp 76.841.905.539 dan belanja langsung sebesar Rp 63.983.430.671,03.

Dengan demikian jumlah belanja tahun anggaran 2015 semula Rp 1.291.794.003.821 naik menjadi Rp 1.432.619.340.031,03 atau naik 10,90 persen,” terang Richard.

Sementara Ketua DPRD OKU Timur Beni Defitosn SIP MM yang memimpin rapat paripurna mengatakan, untuk pembahasan APBD Perubahan akan dilanjutkan ditingkat fraksi-fraksi. Untuk itu rapat diskor hingga Rabu (30/9) dengan agenda mendengarkan pemandangan umum fraksi-fraksi.(awa)

LEAVE A REPLY