Apakah New Normal Baik Untuk Diterapkan?

0
135

Oleh : Savvana Putri, Excel Aurelio, Noventie Mahasiswa Jurusan Teknik Industri Unika Musi Charitas Palembang

NEW normal merupakan istilah yang tidak asing lagi bagi kita di kalangan masyarakat. Pasalnya, beberapa negara di dunia telah menerapkan sistem ini. Di mana kita tidak sepenuhnya beraktivitas bebas, tetapi masih dalam pantauan dan menuruti protokol dan aturan yang diatur oleh Pemerintah itu sendiri. Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia Daeng M Faqih juga menegaskan bahwa seluruh pihak harus mempersiapkan diri untuk menyambut fase new nomal atau kenormalan yang baru di dalam kehidupan di tengah pandemi ini. WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia juga memprediksi bahwa pandemi Covid-19 ini akan berlangsung lama.

Oleh karena itu, seluruh aspek kehidupan manusia sudah harus dimulai kembali. Seperti kehidupan bersosial, kegiatan jual beli di kalangan masyarakat. Tentunya semua aspek perekonomian berupa membuka usaha juga akan di mulai kembali dan tetap mengikuti prosedur yang ada seperti memberi jarak 1 meter dan selalu memakai masker dan membawa hand sanitizer saat keluar. Hal ini membuat beberapa masyarakat merasa optimis akan membangkitkan usahanya agar dapat berjalan kembali seperti semula. Salah satu hal yang dilakukan oleh warga asal Palembang mengungkapkan bahwa ia mendukung sistem new normal ini, dan ada beberapa juga tidak setuju akan hal ini dikarenakan kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia masih belum menuju ke tahap yang aman.

Selain dalam bidang ekonomi new normal juga diterapkan dalam bidang pendidikan. Hal ini telah tertuang dalam Surat Edaran No.0963/DISDIK/2020, tentang Kegiatan Pembelajaran Satuan Pendidikan Kembali Beroperasi Masa Kebijakan Normal Baru. Kegiatan belajar mengajar (KMB) akan dilaksanakan secara tatap muka kembali pada 15 Juni 2020 jika memungkinkan untuk dilaksanakan.  Tata cara pelaksanaan kebijakan ini yaitu menerapkan jaga jarak 1-2 meter untuk tiap peserta didik, menyediakan masker, tempat cuci tangan, dan handsanitizer, pengecekan suhu badan, pemantauan secara rutin, serta menggunakan sistem pergiliran ganjil-genap dalam KMB.

Dari hasil wawancara bersama dengan beberapa aktivis mahasiswa di universitas di Indonesia terdapat pro dan kontra mengenai new normal ini. Dalam wawancara secara daring  pada Senin 1 Juni 2020 pukul 17.45 WIB, mahasiswa asal Yogyakarta mengatakan, dalam keadaan yang sangat dilema ini jika tidak dilaksanakannya new normal , maka perekonomian di Indonesia akan sangat terganggu Maka kebijakan new normal ini bisa berupa stimulus agar perekonomian di Indonesia tetap berjalan, tetapi mindset masyarakat yang masih beda-beda, ada yang patuh terhadap peraturan pemerintah ada yang tidak, ada juga yang hanya mengkritik tanpa berfikir. “Jadi balik lagi ke diri kita masing-masing, jika memang ingin beraktivitas kembali dan menerapkan new normal, ya patuh aja sama protokol kesehatan.”

Jika new normal ini diterapkan di Indonesia, ada beberapa hal yang harus kita siapkan untuk menghadapi new normal ini menurut mahasiswa asal Palembang dari wawancara secara daring Senin 1 Juni 2020 Pukul 18.35 WIB mengatakan, jika menyangkut permasalahan kesehatan harus wajib mengikuti instruksi yang ada untuk menjaga jarak atau physical distancing, tetap memakai masker, menjaga kebersihan juga dengan mencuci tangan dan selalu membawa hand sanitizer.

Semoga dengan diterapkannya new normal perekonomian di Indonesia akan membaik, pengangguran berkurang dan masyarakat dapat beraktivitas kembali. (**)

 

 

 

LEAVE A REPLY