Anjlok 46 Persen, Industri Otomotif Garap Sektor Kesehatan

0
186
Isuzu mengubah Produk sport utility vehicle (SUV), MU-X 4x4 menjadi ambulans. Ini cari merek ini untuk mempertahankan penjualan yang anljok saat Pandemi.

RADAR PALEMBANG – Pandemi Covid 19 membuat industri otomotif keteter. Data dari  Gabungan Industri Kendaraan Bermotor di Indonesia (Gaikindo), penjualan dari Januari hingga Agustus 2020 hanya 364.034 unit. Angka penjualan itu, anjlok 46,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni 675.263 unit.

Berdasarkan data registrasi kepolisian (Polreg), sepanjang Januari hingga Juli 2020, penjualan otomotif nasional mencapai 383.554 unit. Angka itu turun 35 persen jika dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 590.685 unit. Dari data Polreg itu, Isuzu menjadi merek dengan penurunan paling kecil ketimbang merek lainnya yakni hanya 20 persen.

Sementara itu, data Gaikindo menunjukkan adanya peningkatan penjualan ritel otomotif mulai Juni hingga Agustus 2020. Tercatat, penjualan pada Januari sebanyak 81.055 unit, lalu Februari turun menjadi 77.864 unit, Maret juga turun menjadi 60.447 unit.

Kemudian, pada April anjlok menjadi 24.272 unit, Mei kembali turun menjadi 17.083 unit. Penjualan Juni merangkak naik ke 29.859 unit, kemudian Juli naik menjadi 35.799 unit, dan Agustus melonjak menjadi 37.655 unit.

Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai, dalam kondisi melemahnya ekonomi memang akhirnya pelaku usaha di sektor otomotif harus berpikir keras untuk mendorong kembali penjualan.

Adapun untuk sektor kesehatan memang merupakan sektor yang diperkirakan akan tetap tumbuh. Jadi ada peluang industri otomotif untuk menangkap peluang pasar di tengah aktifitas industri kesehatan yang diperkirakan masih akan bergeliat ketika pandemi belum berakhir.

Artinya, industri otomotif bisa menangkap peluang pengadaan kendaraan dari industri yang masih tetap perform di tengah situasi seperti sekarang. Yusuf menilai, naiknya penjualan mobil lebih kepada sudah mulainya beberapa aktifitas ekonomi yang sempat tertunda ketika beberapa daerah melakukan PSBB. Diakui, dari indikasi ini sudah merupakan sinyal bagus.

Industri otomotif terus berjuang agar bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19. Sejak wabah corona merebak, daya beli masyarakat menurun, penjualan otomotif pun anjlok drastis.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor di Indonesia (Gaikindo) menyebutkan, penjualan ritel otomotif nasional sepanjang Januari hingga Agustus 2020 hanya 364.034 unit atau turun 46,4% dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar 675.263 unit.

Anjloknya penjualan itu memaksa agen tunggal pemegang merek (ATPM) mencari berbagai strategi agar tidak terus tergerus. Salah satunya dengan membidik sektor-sektor yang tidak terlalu mengalami kontraksi akibat pandemi.

Strategi itu juga dilakukan Astra Isuzu. Kali ini, Astra Isuzu gencar membidik peluang pasar di sektor-sektor yang potensial, seperti sektor kesehatan. “Upaya yang kami lakukan adalah penetrasi ke sektor yang tidak terlalu besar terkena dampak Covid-19. Salah satunya sektor yang berhubungan dengan kesehatan,” kata Kepala Wilayah Sulawesi PT Astra International Tbk – Isuzu (Astra Isuzu) Samuel Pilo, Selasa (22/9).

11 Unit Ambulans 

Produk sport utility vehicle (SUV) andalan Isuzu, MU-X 4×4 diubah menjadi ambulans. Ternyata, disambut pasar. Bulan ini, secara bertahap Astra Isuzu mulai menyerahkan 11 unit ambulans MU-X 4×4 pesanan sejumlah pemerintah daerah di Sulawesi Utara. Pesanan terbanyak, yakni lima unit diserahkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Talaud.

Penyerahan dilakukan Kepala Cabang Astra Isuzu Manado Elieser Roy Adung kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Talaud dr Kerry Monangin di sela-sela peluncuran program Public Service Center (PSC) 119 di Talaud, Senin (21/9).

Roy mengatakan, pihaknya menawarkan Isuzu MU-X 4×4 untuk dijadikan ambulans kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Talaud karena kondisi medan di wilayah itu yang cukup ekstrem untuk melayani puskesmas di pelosok-pelosok.

Ia menjelaskan, pihaknya memang memperkenalkan keunggulan MU-X yakni keandalan mesin Isuzu MU-X 4JK1-TC Hi-Power commonrail yang sangat bertenaga tetapi irit bahan bakar, serta diakui keandalannya di semua medan. “Tentu saja dengan adanya jaminan perawatan dari Astra Isuzu,” ujar dia.

Hal itu diakui Kerry. Menurut dia, pihaknya sejak awal memang menginginkan ambulans yang unggul di segala medan, irit BBM, dan gardan ganda. Semua persyaratan itu dipenuhi Isuzu MU-X 4×4.

Disebutkan, lebih dari 20 tahun, pihaknya sudah menggunakan ambulans produk Isuzu yakni Panther. Ia menjelaskan, dari lima unit ambulans MU-X 4×4 itu, sebanyak 1 unit digunakan untuk PSC 119, 1 unit untuk RSUD Talaud, 3 unit lainnya untuk melayani 21 puskesmas di Talaud.

Roy mengatakan, saat pandemi, potensi pasar di sektor kesehatan memang menjadi perhatian serius. “Instansi yang berpeluang yaitu Dinas Kesehatan dan RSUD di tiap kabupaten dan kota, serta kepulauan,” kata Roy.

Menurut dia, bagi daerah yang memiliki infrastruktur jalan yang belum bagus dan medannya ekstrem, peluang pasar ambulans MU-X 4×4 memang cukup menjanjikan. Keunggulan MU-X, selain mesin bandel dan hemat BBM, mobil itu bisa mengonsumsi BBM bio solar ataupun Pertamina DEX atau Dexlite.

Sementara itu, Samuel Pilo mengatakan, seperti halnya kondisi nasional, kondisi pasar otomotif di Sulawesi juga mengalami penurunan. Khusus pasar SUV High, mengalami penurunan sebesar 20 persen di Sulawesi Selatan dan 12,1 persen di Sulawesi Utara. Ia berharap, dengan penetrasi di sektor kesehatan, penjualan bisa meningkat. (dav)

 

 

LEAVE A REPLY