Animo Pinjaman Bunga 0% Persen Turun

0
107
ilustrasi pinjaman

RADAR PALEMBANG – Dampak pandemic Covid -19 yang belakangan ini masih berlangsung berdampak terhadap geliat prekonomian. Demikian juga, dengan progam Walikota Pagaralam yang menggelontorkna pinjaman tanpa bunga (0%) kepada pelaku usaha kecil dan mikro yang ada di Kota Pagaralam, turut terkena dampak.

Hal ini diakui Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disprindagkop UKM) Kota Pagaralam, Dawan SH MH, didampingi Kabid Koperasi dan UKM, Frans Lesmana kepada Koran ini, kemarin. “Yang jelas, pasti ada dampaknya walaupun itu kecil, mengenai animo masyarakat yang mengajukan pinjaman yang beban bunganya ditanggung oleh Pemkot Pagaralam,” katanya.

Hanya saja, mereka belum bisa memberikan detail data pinjaman dan masih menunggu data update realisasi dari pihak perbankan (Bank SumselBabel, red). Yang jelas, untuk mendapat ACC atau persetujuan dari pihak perbankan, tentunya harus melengkapi berkas persyaratan. Tidak cukup di situ, dan dilakukan verifikasi oleh pihak Bank.

“Pihak Bank-lah yang menentukan layak atau tidak. Namun jika pemohon pinjaman modal ada tunggakan kredit pinjaman di bank lain, tentunya tidak layak mendapat pinjaman 0 persen ini,” ujar Dawan seraya mengatakan pihak dinas hanya merekomendasi saja persyarakatan UMKM ke pihak bank.

Lanjut dia, pihak dinas juga belum mendapat informasi jika ada pemohon yang membatalkan pinjaman kendati layak. Dengan alasan melesunya perekonomian di tengah Covid 19, yang berdampak kekhawatiran kewajiban pemohon tak mampu membayar angsuran. “Sejauh ini kita belum mendapatkan informasi tersebut. Namun, yang jelas Covid ini juga berdampak terhadap perekonomian daerah,” ulasnya.

Belum Ada Kejelasan Gandeng Bank

Untuk mengakomodir pinjaman, Pemkot Pagaralam melalui Dispridnagkop UKM Kota Pagaralam sempat menggandeng perbankan lain selain Bank SumselBabel Cabang Pagaralam. Tujuannnya tidak lain adalah percepatan realisasi pinjaman dari UMKM.

Hanya saja, diakui Kadisprindagkop UKM Kota Pagaralam, Dawan SH MH, hingga saat ini belum ada kejelasan kerjasama, termasuk menggandeng Bank BRI dan BNI. “Belum ada kejelasan dari pihak bank. Dengan alasan pertimbangan wewenang pihak perbankan yang bersangkutan,” katanya.

Kerjasama dengan bank lain, lantaran di awal digaungkan program pinjaman 0 persen antusias UMKM cukup tinggi. Untuk menggeliatkan bisnis pelaku usaha dengan memanfaatkan program pinjaman 0 persen ini.

Kabid Koperasi dan UKM, Frans Lesmana sebelumnya mengatakan, dalam perjalanannya program ini sejak 2019 belum banyak terakomodir atau terealisasi. Padahal permohonan pinjaman 0 persen ini, baik yang masuk melalui Disperindagkop banyak.

Sri, salahsatu pelaku usaha di kawasan Talang Jelatang, mengatakan hingga saat ini belum adanya kejelasan usulan pinjaman bisa terealiasi. Padahal pinjaman untuk modal ini sangat dibutuhkan. “Kami dulu sudah mengusulkan, bahkan berkas permohonannya banyak. Tapi sampai sekarang satupun pun belum ada yang terealisasi,” tandasnya. (edi)

 

 

LEAVE A REPLY