Angkat Besi Sumbang Medali Pertama

0
292

 

RADAR PALEMBANG – Indonesia merah medali pertama di Olimpiade Rio yang datang dari cabang olahraga angkat besi. Ini menempatkan ‘Merah Putih’ di peringkat 14 klasemen sementara.

Lifter putri Sri Wahyuni berhasil meraih medali perak di nomor 48 kilogram. Dengan total angkatan 192 kilogram, Sri Wahyuni berhak naik podium kedua di bawah peraih medali emas Sopita Tanasan [Thailand], dan di atas lifter Jepang Miyake Hiromi yang meraih perunggu.

Pada prosesnya, atlet berusia 22 tahun itu melakukan angkatan snatch 82 kilogram dan clean & jerk 107 kilogram. Sri Wahyuni mengulang suksesnya di Asian Games 2014 juga dengan merebut medali perak. Keberhasilan Sri Wahyuni mendapatkan medali perak langsung ditanggapi oleh Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Keduanya pun mengucapkan selamat.

Perak Sri Wahyuni menandai perolehan medali perdana Indonesia di ajang Olimpiade Rio de Janeiro. Medali itu didapat dari cabang olahraga angkat besi di nomor 48 kilogram.

Lifter yang akan berusia 22 tahun pada 13 Agustus 2016 nanti itu, berhasil mengangkat total angkatan 192 kilogram. Di akhir lomba, Sri Wahyuni naik podium kedua di bawah Sopita Tanasan asal Thailand dan di atas lifter Jepang Miyake Hiromi.

Cuitan Jokowi tidak lama kemudian lantas diikuti oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dengan keberhasilan Sri Wahyuni, turut menegaskan prestasi angkat besi bagi Indonesia di tingkat Olimpiade. Sepanjang 28 kali keikutsertaan Indonesia di ajang multicabang paling elite ini, angkat besi sudah menyumbangkan total sembilan medali [4 perak, 5 perunggu].

Dari torehan itu, angkat besi hanya kalah dari bulutangkis sebagai penyumbang medali terbanyak di Olimpiade. Bulutangkis sendiri telah menyumbangkan 18 medali di Olimpiade [6 emas, 6 perak, 6 perunggu].

Dengan total angkatan 192 kg, Sri berhak atas medali perak. Ia kalah dari lifter Thailand Sopia Tanasan yang mencatat total angkatan 200 kg. “Saya tidak kecewa dengan hasil ini, memang belum kena saja. Biasa latihan bisa angkat 116-118, tapi dengan berat badan 51 kg,” katanya.

“Enggak (deg-degan) kan sudah biasa tampil,” lanjutnya ketika ditanya mengenai perasaannya saat pertandingan tadi. Dengan pencapaian itu Sri dipastikan mengantongi bonus Rp 2 miliar dari pemerintah Indonesia, seperti juga sudah dikatakan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. “Tidak pikirkan (bonus). Sudah, ah, jangan tanyain bonus,” tutur Sri. (rin/krs)

LEAVE A REPLY