Ancam Berikan Sanksi Tegas

0
324

 

RADAR PALEMBANG,  – Menindaklanjuti Surat Edaran Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi SSos MSi Nomor 300/7/Setda/2019 dalam upaya menciptakan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat, maka operasional organ tunggal (OT) dibatasi hingga pukul 17.00 WIB. Untuk itu, Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya SH SIK menegaskan akan melakukan tindakan tegas berupa penyitaan alat organ jika ada organ tunggal yang tetap beroperasi melebihi pukul 17.00 WIB

Penegasan ini disampaikan Kapolres dihadapan sejumlah kepala desa (Kades) pada pelantikan Kades Tanah Merah Kecamatan Belitang Madang Raya. Menurut Kapolres, di OKU Timur agar jangan sampai ada masyarakat yang mengadakan acara Orgen Tunggal (OT) sampai malam hari. Karena jika sampai ada warga yang masih tetap melanggar maka akan disita alat orgennya dan akan di bawa ke Polres OKU Timur.

“Terkait larangan OT pada malam hari ini sudah disepakati bersama dengan pemerintah daerah. Karena dengan adanya OT pada malam hari akan berdampak pada banyaknya kejadian yang tidak diinginkan seperti peredaran narkoba, penjualan minuman keras dan kegiatan perjudian yang memicu tindak kejahatan,” ucap Kapolres.

Dikatakan Kapolres, jika sampai ada orgen nekat main sampai malam hari, dirinya akan perintahkan Kapolsek untuk membawa keybord orgen tunggal ke Polres serta melepas kabel. “Kalau masih ada yang melanggar aturan ini, maka kita dari kepolisian tidak akan segan-segan melakukan tindakan tegas. Saya perintahkan  Kapolsek untuk menghentikan organ tunggal yang melebihi pukul 17.00 WIB,” tegasnya.

Sementara, Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi SSos MSi mengatakan, berdasarkan kesepakatan antara pemerintah daerah dan pihak kepolisian, terkait larangan orgen tunggal pada malam hari, maka diputuskan operasional organ tunggal dibatasi sampai pukul 17.00 WIB. Sementara untuk wayang kulit tetap boleh sampai malam.

“Kalau orgen tunggal tidak boleh sampai malam hari, namun untuk wayang kulit saya perbolehkan, karena kalau wayang kulit tidak mungkin memicu untuk mabuk-mabukan,” jelas Kholid(awa)

 

LEAVE A REPLY