Alex : Jaga Proyek Mercusuar

0
267

 

RADAR PALEMBANG – Pemangkasan APBN-P 2016 sudah diketahui pemprov Sumsel. Gubernur Alex Noerdin meminta seluruh SKPD menjaga proyek-proyek APBN. Khususnya proyek untuk kesuksesan pelaksanaan Asian Games 2018.

Pemeritah provinsi sebagai wakil pemerintah di daerah, utamanya melakukan pengawasan dan koordinasi proyek APBN di provinsi maupun kabupaten/kota di Sumsel.

Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, belum lama ini mengatakan, kondisi APBN ke depan tidak terlalu bagus. Oleh karena itu ada penyesuaian atau efisiensi. Untuk itu, gubernur mengajak berhemat dalam penggunaan angggaran.

Utamanya untuk mendukung suksesnya pelaksanaan Asian Games 2018. “Bantuan kawan-kawan (PNS lingkungan Setda Sumsel) menjaga proyek-proyek APBN, khususnya infrastruktur jangan terhambat,” tegas Alex Noerdin.

Seperti, jalan tol Kayuagung Palemnbang Betung ditunda (karena defisit APBN), Tapi kita punya ruas tol lain, yakni Palembang Indralaya, Insyaallah akan selesai. “LRT, kalau tidak dijaga bahaya, akan ada pengurangan anggaran maka akan terlambat (pembangunan,red),” ujar dia.

Tak hanya itu, ada sejumlah proyek APBN di Sumsel jelang pelaksanaan Asian Games 2018. Seperti, tiga ruas jalan tol, LRT atau Light Rail Transit, fly over simpang kermasan kertapati, fly over simpang bandara, jembatan Musi IV dan VI yang sedang dikerjakan Pemprov Sumsel.

Pengiritan tersebut, tak lepas dari penerimaan pajak yang belum maksimal dalam mencapai target. Hal ini, memengaruhi progres pembangunan di daerah, apalagi yang menggunakan dana-dana pusat atau APBN.

Wakil Gubernur Sumsel, H Ishak Mekki mengatakan, pemprov sebagai wakil pemerintah di daerah. Utamanya pengawasan dan koordinasi proyek APBN di provinsi maupun kabupaten/kota di Sumsel. Untuk itu, apa yang diprogramkan direncanakan harus selesai sesuai harapan, baik PU BM, PU Pengairan dan PU CK. “Bagaimana, perencanaan ke depan agar lebih baik dan lebih matang.”

Selain itu, pengerjaan proyek pembangunan yang dikerjakan jangan asal-asalan, terkesan mubazir dalam penggunaan anggaran. Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya (CK) Provinsi Sumatera Selatan mendapatkan sorotan dari Wakil Gubernur Sumsel, Ishak Mekki.

Seperti, Bandara Atung Bungsu di Kota Pagaralam. Menurutnya, sisa dari pembangunan bandara tersebut terlalu banyak menggunakan balok dan terkesan mubazir. “(Pembangunan) Itu tentunya bukan sekedar kuat. Bagaiamana supaya kuat, efisien dan indah. Tentunya itu yang kita harapkan,” ujarnya.

Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi Sumsel, Syamsul Bahri mengatakan, dengan adanya pemangkasan anggaran APBN-P 2016, maka pemeliharaan jalan tetap dilakukan.

Menurutnya, presiden menggunakan dana APBNdalam rangka mempercepat progres pembangunan infrastruktur di Indonesia. Jika menggunakan skema investasi maka, akan ada hitung-hitungan bisnis, yakni untung atau rugi oleh investor atau penanam modalnya.

Namun, jika menggunakan dana APBN, maka tidak ada pertimbangan balik modal, hanya ada fokus pelayanan akses jalan dan jembatan kepada masyarakat. Memudahkan, jangkauan masyaakat, utamanya memperlancar arus distribusi.

“Karena dana APBN terbatas, maka harus tetap dicarikan solusinya. Baik melalui pola penanganan, dengan mencari investasi kontrak, bisa juga melalui kontrak satuan badan diperpanjang.”

Sementara untuk kerusakan jalan di bawah 30 persen, bisa langsung diperbaiki secara spot-spot. Khusus kerusakan jalan akibat pembangunan LRT, tidak bisa diperbaiki sepotong-sepotong, itu rekonstruksinya ulang, sekarang menghitung biaya yang akan dikeluarkan.

Guna kenyaman pengendara kendaraan, maka akan dihindari tambal jalan rusak menggunakan semen. “Kita menggunakan batu pecah, sementara ini, untuk jalan yang rusak (akibat LRT,red). Lalu ada juga pola yanh disiapkan, penanganan secepat mungkin jangan menunggu kontrak namin kami masih melihat dampak hukumnya, seperti pengerjaan 10 meter persegi langsung dibenari,” ulas dia.

Program Pertanian Tetap Berjalan

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumsel, Erwin Noor Wibowo mengakui, adanya pengurangan anggaran ini akan berdampak kedaerah. Apalagi, banyak di dinas pertanian menggunakan dana-dana APBN. Untuk itu, Erwin menegaskan, berusaha jangan ada penguranngan anggaran untuk Sumsel. “Kita siapkam program andalan. Salah satunya, program padi hybrida yang menggunakan dana APBN, harapan kami tetap berjalan,” jelasnya.

Kondisi serupa diungkapkan, Sekretaris Daerah Setda Sumsel, H Mukti Sulaiman. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan melakukan pengetatan penggunaan anggaran. Mengingat ada masalah juga di pemerintah pusat, yakni pengurangan anggaran. Tak hanya efesiensi dalam penggunaan air dan listrik di lingkungan Setda Provinsi Sumsel saja, sejumlah kegiatan atau aktivitas yang dianggap sifat mendesaknya sangat kurang harus dihindari, atau jangan dilaksanakan. “Situasi ekonomi ini sedang tidak menggembirakan,” ujar dia. (dav)

 

LEAVE A REPLY