Al Quran Akbar Icon Gandus

0
1188

 

RADAR PALEMBANG – Pengelola pusat wisata religi, Alquran Akbar yang berada di Soak Bujang Gandus berencana untuk menambah tempat Alquran ukiran. Malah, objek wisata religi yang dikenal seluruh dunia itu akan dijadikan sebagai icon Kecamatan Gandus.

Pengurus Alquran Akbar Syarkoni mengungkapkan, sejak pertama kali dibangun tujuh tahun lalu, Alquran Akbar ditempatkan di panggung yang dibangun dari bahan besi lima lantai. Namun tempat tersebut hanya mampu menampung ukiran Al Quran untuk juz 1-15, sementara untuk Juz 16-30 masih tersimpan.

Setiap tahun intensitas kunjungan terus mengalami peningkatan. Sebab untuk kategori tempat wisata religi, kebanyakan orang memilih ke sini. Makanya sangat sayang jika Alquran Akbar ini tidak dipasang utuh 30 juz,” jelasnya, Senin (4/1).

Menurutnya, pemilik Alquran Akbar, yakni Syofwatillah Mohzaib, berniat untuk menjadikan tempat wisata religi Alquran Akbar ini sebagai icon Gandus. Ketika orang asing datang ke Palembang, mereka tidak hanya kenal dengan bandara, Mal Ampera, Pakjo, Kertapati, Plaju, namun sebetulnya ada satu daerah yang memiliki tempat wisatan edukasi dan religi di kecamatan Gandus Kota Palembang.

“Selama ini orang mengenal Gandus tempat berkumpulnya pabrik karet, ada lagi yang ngomong tempat jin buang anak, namun sebetulnya ada lokasi wisata yang religius yang akan menjadi icon baru kota Palembang, sebab Alquran Akbar ini satu-satunya di dunia,” kata Syarkoni.

Untuk itu, sang pemilik yang kerap disapa Opat, anggota DPR RI Komisi IV ini, berencana membangun satu gedung permanen untuk bisa menampung semua penak-pernik Alquran termasuk Alquran Akbar lengkap 30 juzz. “Namun untuk merealisasikannya dalam waktu dekat masih terkendala biaya yang cukup besar,” katanya.

Nantinya, setelah pengelola dan pemilik sudah memajang Alquran Akbar utuh 30 juz, orang datang kelokasi bukan hanya sekedar melihat atau berwisata, namun bisa belajar membaca Al Quran. “Kami ingin menjadikan Alquran Akbar ini sebagai musium pendidikan agama bagi siswa Paud, SD hingga pondok pesantren,” jelasnya.

Terkait tingkat kunjungan pada momentum liburan tahun baru lalu, Alquran Akbar ramain dikunjungi, bahkan pada hari terakhir jumlah pengunjung meluber diatas seribu pengunjung. “Jika dijumlahkan dengan anak pengunjung lebih dari 2.500 orang,” katanya. Untuk masuk dan berwisata disini, setiap orang dikenakan biaya infak untuk perawatan Alquran Akbar sebesar Rp5.000,” tutupnya. (iam)

 

LEAVE A REPLY